26.7 C
Jakarta
Jumat, Oktober 2, 2026

Latest Posts

Ratusan Siswa Asal Tangerang Ikuti Eduwisata, Kenali Sejarah dan Budaya Kota Sukabumi

Wartain.com – Sekitar 400 siswa Syafana Islamic School, Kabupaten Tangerang, mengikuti program eduwisata di Kota Sukabumi, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut dikemas sebagai pembelajaran di luar ruang kelas dengan mengajak para siswa mengenal sejarah, budaya, kuliner hingga potensi pariwisata daerah.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi dan dibuka Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Hadir pula Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi bersama jajaran.

Sebelum tiba di Kota Sukabumi, rombongan Syafana Islamic School terlebih dahulu mengikuti kegiatan arung jeram di kawasan Citatih. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah agenda eduwisata di Kota Sukabumi.

Perwakilan Yayasan Syafana Islamic School, Mantazakka, mengatakan kunjungan tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan sekolah.

“Kunjungan kali ini tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi juga kesempatan bagi para siswa untuk belajar sejarah dan mendapatkan pengalaman langsung di luar lingkungan sekolah,” katanya.

Menurutnya, Gedung Juang 45 dipilih sebagai salah satu lokasi kunjungan karena memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa.

“Para siswa diajak mengenal tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus mengambil nilai-nilai perjuangan untuk diterapkan dalam kehidupan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bobby Maulana menyambut kedatangan rombongan tersebut. Ia meminta para siswa tidak sekadar menikmati perjalanan, tetapi juga menjadikan setiap lokasi yang dikunjungi sebagai sumber pengetahuan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, saya mengucapkan selamat datang kepada keluarga besar Syafana Islamic School. Terima kasih sudah hadir di Kota Sukabumi,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, konsep wisata saat ini dapat dikembangkan menjadi sarana pembelajaran. Para siswa dapat mengenal karakter suatu daerah melalui sejarah, tradisi, kuliner maupun berbagai potensi yang dimilikinya.

Dalam kesempatan itu, Bobby turut memperkenalkan sejumlah kekayaan budaya Kota Sukabumi. Salah satunya bola leutik seuseukeut atau Boles yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia MURI.

Tidak hanya sejarah dan budaya, para peserta juga dijadwalkan mendapatkan pengalaman membuat kuliner khas Sukabumi, yakni mochi. Aktivitas tersebut diharapkan membuat siswa lebih memahami proses sekaligus nilai budaya yang melekat pada makanan khas daerah.

Di hadapan para siswa, Bobby juga menyoroti pentingnya menjaga identitas diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi digital dan kecerdasan artifisial harus dimanfaatkan secara bijak tanpa membuat generasi muda melupakan budaya serta lingkungan di sekitarnya.

“Kemajuan teknologi dan kehadiran kecerdasan artifisial memberikan banyak peluang, namun generasi muda tetap perlu mengenal budaya, sejarah, lingkungan, serta akar identitasnya,” kata Bobby.

Ia juga mengajak para siswa menggunakan media sosial untuk kegiatan yang produktif. Salah satunya dengan membuat konten edukasi dan memperkenalkan berbagai potensi daerah.

“Jadikan media sosial sebagai media untuk mengampanyekan kebaikan, belajar untuk memvalidasi berita, mengecek fakta dan data. Itu penting,” katanya.

Khusus di Gedung Juang 45, Bobby mengajak para siswa memahami nilai sejarah yang terkandung di dalam bangunan tersebut. Menurutnya, mengenal tempat bersejarah dapat menjadi cara untuk menumbuhkan rasa syukur serta menghargai perjuangan generasi terdahulu.

“Karena itu, kunjungan ke lokasi bersejarah diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur sekaligus penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu,” ucapnya.

Bobby menilai kegiatan eduwisata memiliki peran dalam membentuk karakter siswa karena mereka memperoleh pengalaman secara langsung. Para peserta juga didorong untuk aktif bertanya, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mengambil pelajaran dari setiap kegiatan.

“Awali segala sesuatu dengan niat yang baik. Niat baik insyaallah hasilnya baik. Tetap fokus, konsisten, komitmen, senantiasa berbuat baik, beramal saleh, dan bersyukur,” pesannya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemkot Sukabumi berharap para siswa memperoleh pengalaman baru sekaligus semakin mengenal kekayaan Kota Sukabumi. Mulai dari jejak sejarah, budaya, kuliner hingga potensi wisata yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran di luar sekolah.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.