Wartain.com – Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi kembali menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik 2026-2027.
Kegiatan diikuti 734 mahasiswa baru dari berbagai daerah, baik dari Kota/Kabupaten Sukabumi maupun luar Sukabumi.
PBAK berlangsung dua hari, Sabtu-Ahad 3-4 Oktober 2026 di kampus utama UMN, Jalan Lio Balandongan Sirnagalih No.74, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan karakter dan integritas mahasiswa sebagai insan akademik sekaligus warga bangsa.
Rektor UMN Sukabumi, Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si., mengatakan di tengah penurunan minat kuliah secara nasional, UMN justru menunjukkan tren positif.
“Di tengah fenomena menurunnya minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi secara nasional, Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi masih diminati oleh masyarakat, hal tersebut terbukti dengan jumlah calon mahasiswa baru di kita sebanyak 734 orang,” kata Endin.
Ia menegaskan capaian tersebut membuktikan UMN masih menjadi pilihan utama di Sukabumi.
“Hal ini menjadi bukti bahwa UMN masih menjadi pilihan utama untuk masuk ke perguruan tinggi yang ada di Sukabumi. Mereka tidak salah pilih karena UMN merupakan perguruan tinggi yang unggul, terbaik dan hebat,” ujarnya.
Prof. Endin menambahkan, banyaknya mahasiswa baru menjadi indikator kampus bermutu dan terpopuler.
“Hasil survei dari berbagai media di internet bahwa Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik dan terpopuler,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan PBAK merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kecerdasan intelektual dan nasionalisme.
“Saya atas nama pimpinan mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru UMN Sukabumi. Saudara adalah orang-orang yang mendapatkan anugerah yang luar biasa untuk bergabung dengan kampus yang memiliki visi Menciptakan Generasi Inovatif dan Berdaya Saing Global,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Presiden Mahasiswa (Presma) UMN Sukabumi, Rejhan Febriansyah, menegaskan PBAK bukan sekadar orientasi.
“PBAK adalah gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki dunia akademik. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, dan komitmen untuk merawat keberagaman,” ungkap Rejhan.
Menurut Rejhan, generasi mahasiswa baru inilah yang akan membawa Indonesia lebih maju di masa depan.
Selain pengenalan sistem akademik, kurikulum, dan kehidupan kampus, PBAK juga memperkuat moderasi beragama, multikulturalisme, dan cinta tanah air.
“Hari ini adalah momen penting. Ratusan orang menjadi calon mahasiswa UMN dan sekitar 734 yang ikut PBAK. Ini adalah keberuntungan besar yang harus kita jaga. Masa depan UMN juga ada di tangan kita,” jelasnya.
Ia mengajak mahasiswa baru untuk meniatkan diri belajar, memperkaya pengalaman, serta membangun karakter dan kepribadian.
“PBAK tahun ini menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, dan komitmen pada nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PBAK UMN Sukabumi, Apriandi E., menyebut PBAK sangat berguna sebelum masuk dunia perkuliahan.
“Insya Allah mereka para calon mahasiswa baru akan banyak menerima materi. Panitia akan memberikan wawasan luas yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial, politik, budaya, dan perkembangan teknologi,” katanya.
Menurut Apriandi, dunia kampus dengan berbagai fenomenanya akan jauh lebih menantang dibanding saat di SLTA.
“UMN Sukabumi tidak hanya dikenal sebagai kampus dengan tradisi akademik kuat, tetapi juga sebagai pusat pengembangan moderasi beragama dan inovasi global,” tambahnya.
Ia berharap PBAK mampu melahirkan generasi unggul yang memiliki integritas akademik, kecakapan sosial, dan kesiapan global di era digital dan kompetisi internasional.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
