Oleh : Aam Abdul Salam/ Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98/PPJNA98, Sekjen Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Kemandirian Energi dan Pangan, Presidium MD KAHMI Sukabumi, Penasehat PWI/SMSI Sukabumi
Wartain.com – Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026 bukan sekadar seremoni baris-berbaris atau pameran alutsista modern. Lebih dari itu, momentum sejarah ini menandai sebuah penyatuan sejati lahir dan batin antara TNI bersama rakyat. Sebuah kemanunggalan sakral yang diikat oleh nilai-nilai spiritual bangsa, serta direstui oleh para leluhur pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam filsafat spiritual Nusantara, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada baja tank atau kecanggihan radar, melainkan pada keselarasan jiwa jiwanya. Ketika ruh prajurit berpadu erat dengan napas kehidupan rakyat, di situlah lahir energi pertahanan yang tak terpatahkan.
Pusaka Nusantara: Sistem Pertahanan Rakyat Semesta
Penyatuan sejati ini menjadi fondasi utama dari Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Di era modern yang penuh dengan ketidakpastian global, ancaman tidak lagi hanya datang dalam bentuk fisik, tetapi juga infiltrasi ideologi dan budaya yang merusak sendi-sendi bangsa.
Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah pusaka Nusantara yang sesungguhnya. Ini adalah tameng gaib sekaligus nyata yang membentengi kedaulatan negara dari setiap ancaman, baik yang menyusup dari dalam maupun yang menyerang dari luar. Ketika seluruh elemen bangsa bergerak dalam satu frekuensi bela negara, tidak ada satu pun kekuatan asing yang mampu meretakkan kedaulatan NKRI.
Energi Spiritual Illahi dan Kepemimpinan Nasional
Gerakan harmonis ini tidak terjadi begitu saja. Ada aliran energi spiritual Illahi yang menaungi tanah air, yang kini diturunkan melalui kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai Panglima Tertinggi, beliau mengemban amanah besar untuk menjaga keutuhan negeri dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
Melalui kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai luhur dan ketegasan nasionalisme, restu para leluhur bangsa seolah hadir menuntun arah kompas negara. Tugas menjaga kedaulatan kini bertransformasi menjadi sebuah ibadah kebangsaan—sebuah komitmen suci untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, kuat, dan makmur secara merata.
Dirgahayu TNI ke-81
Pertahanan terbaik suatu negara adalah ketika rakyatnya merasa memiliki tentaranya, dan tentaranya merasa menjadi bagian tak terpisahkan dari rakyatnya. Melalui restu semesta dan kekuatan spiritual yang menghujam dalam sanubari, mari kita jaga nyala api nasionalisme ini.
Selamat Hari TNI, 5 Oktober 2026. Bersama rakyat, TNI kuat. Bersama tekad yang suci, NKRI abadi!(***)
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
