Wartain.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai HANURA Kabupaten Cianjur menetapkan Dr. Sumarna, S.H., M.H., M.Pd. sebagai Ketua DPC Partai HANURA Kabupaten Cianjur periode 2025–2030. Terpilihnya Dr. Sumarna, yang menjabat sebagai Wakil Dekan I sekaligus dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur, diharapkan membawa penguatan kapasitas organisasi, tata kelola kepengurusan, dan kerja politik yang semakin dekat dengan masyarakat, Jumat 09/10/2026.
Muscab tersebut dihadiri Ketua DPD Partai HANURA Jawa Barat H. Dian Rahadian, S.H., M.H., Sekretaris DPD Cecep Lukmanul Hakim, M.Ag., Wasekjen DPP Partai HANURA Budi Hermansyah, serta Muhammad Haikal Yushendri, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus lainnya.
Latar belakang Dr. Sumarna sebagai akademisi memberikan modal tersendiri bagi kepemimpinan HANURA Kabupaten Cianjur. Pengalaman di lingkungan perguruan tinggi menuntut kemampuan membangun tata kelola, mengembangkan sumber daya manusia, dan mengoordinasikan berbagai kepentingan. Tantangannya kini adalah menerjemahkan kapasitas tersebut ke dalam kerja organisasi politik yang solid, terukur, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Ketua DPD HANURA Jawa Barat, H. Dian Rahadian, menekankan bahwa Muscab bukanlah akhir dari proses konsolidasi, melainkan awal dari pekerjaan organisasi yang sesungguhnya. Pergantian kepemimpinan harus diikuti pembenahan struktur, penguatan kaderisasi, dan peningkatan kehadiran partai di tengah masyarakat.
“Konsolidasi adalah cara menyatukan langkah, sedangkan pembangunan struktur adalah cara memastikan perjuangan memiliki pijakan yang kuat. Partai yang kokoh tidak dibangun oleh nama besar, tetapi oleh kader yang solid hingga ke akar rumput,” menjadi pesan penting dalam penguatan organisasi HANURA di Jawa Barat.
Menurut Dian, kepengurusan DPC harus mampu membangun koordinasi yang efektif dengan PAC hingga tingkat desa dan kelurahan. Struktur tidak cukup hanya tercatat secara administratif, tetapi harus aktif menjalankan fungsi organisasi, merawat komunikasi dengan masyarakat, dan mengembangkan kader yang memahami kebutuhan di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, Wasekjen DPP Partai HANURA Budi Hermansyah mengingatkan pentingnya mempersiapkan organisasi sejak dini menghadapi tahapan Pemilu 2029. Penataan kepengurusan, keanggotaan, sekretariat, dan dokumen administrasi harus menjadi pekerjaan berkelanjutan, bukan sekadar respons ketika tahapan verifikasi partai politik sudah dimulai.
Bagi HANURA Kabupaten Cianjur, kepemimpinan Dr. Sumarna menghadirkan harapan sekaligus tanggung jawab. Kapasitas akademik perlu dipadukan dengan kemampuan membangun komunikasi politik, menggerakkan kader, dan memastikan program organisasi berangkat dari persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Muscab ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi HANURA Jawa Barat untuk memastikan seluruh DPC bergerak dengan arah yang sama: memperkuat struktur, merawat soliditas kader, dan menghadirkan kerja politik yang berpihak kepada rakyat. Menjelang Pemilu 2029, ukuran keberhasilan konsolidasi bukan semata-mata lengkapnya susunan pengurus, melainkan sejauh mana organisasi benar-benar hidup dan bekerja hingga ke akar rumput.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
