26.7 C
Jakarta
Rabu, Oktober 14, 2026

Latest Posts

Lahan Sawah Terbatas, Kota Sukabumi Uji Teknologi PM AAS untuk Dongkrak Produksi Padi

Wartain.com – Keterbatasan lahan pertanian mendorong Pemerintah Kota Sukabumi mencari cara untuk meningkatkan produksi pangan melalui inovasi teknologi budidaya. Salah satunya d pa), yang mencatat hasil panen perdana mencapai 13,2 ton per hektare.

Hasil tersebut diperoleh dari demplot di Kelompok Tani Harum Mekarsari, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Rabu (14/10/2026). Capaian ini melampaui potensi awal yang diproyeksikan sebesar 10–12 ton per hektare.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengatakan inovasi pertanian menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan produksi di tengah terbatasnpi iniya lahan sawah di wilayah perkotaan.

Saat ini, luas baku sawah di Kota Sukabumi tercatat sekitar 1.030 hektare, dengan 697 hektare di antaranya merupakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Produksi padi lokal baru memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan konsumsi beras masyarakat.

“Kita tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan, tetapi juga perlu meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi, inovasi budidaya, dan pendampingan kepada petani,” ujar Bobby.

Perwakilan Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, M. Thamrin, menjelaskan PM AAS mengintegrasikan teknologi budidaya, mekanisasi, pengelolaan air, pemupukan spesifik lokasi, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.

Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Meski mencatat hasil menjanjikan, Bobby menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga manfaat ekonomi yang dirasakan petani. Karena itu, evaluasi perlu mencakup biaya produksi, pendapatan, dan kesesuaian teknologi dengan kondisi lahan setempat.

“Bagi kami, keberhasilan inovasi pertanian bukan hanya diukur dari tingginya hasil panen. Inovasi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi petani, dapat diterapkan sesuai kondisi setempat, dan layak untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap hasil uji coba tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan metode PM AAS di wilayah lain. Pendampingan dan pengukuran hasil secara berkelanjutan diperlukan agar peningkatan produktivitas dapat berjalan seiring dengan efisiensi biaya serta kesejahteraan petani.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.