Wartain.com – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara dan perwira tinggi TNI dalam upacara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026). Para pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan presiden mengenai pengangkatan dan pergantian sejumlah pejabat, sebelum Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan.
Dalam sumpah tersebut, para pejabat menyatakan kesetiaan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta kesanggupan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab.
“Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo yang diikuti para pejabat yang dilantik.
Sejumlah pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut berasal dari kementerian, lembaga pemerintah, hingga instansi yang menangani kebencanaan dan pengelolaan lingkungan.
Berikut daftar pejabat yang dilantik:
1. Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan dan Teknologi.
2. Jenderal TNI Richard Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin dan Pembangunan Kekuatan.
3. Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian.
4. M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
5. Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
6. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
7. Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN.
Agenda pelantikan berikutnya mencakup pergantian jabatan strategis di tubuh TNI. Sekretaris Militer Presiden, Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, membacakan keputusan pemberhentian dan pengangkatan terhadap Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Dalam keputusan tersebut, Maruli yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) diangkat menjadi Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Sementara itu, Tandyo Budi Revita ditetapkan sebagai KSAD.
“Mengangkat Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Mengangkat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai KSAD,” ujar Wahyu.
Setelah pembacaan keputusan, kedua perwira tinggi tersebut mengikuti pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
Adapun pejabat TNI yang dilantik dalam agenda tersebut yakni:
1. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
2. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan dan TNI, dengan para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
