26.7 C
Jakarta
Sabtu, Februari 21, 2026

Latest Posts

Bangunan Diduga Tempat Ibadah Dirusak Warga, Polisi Tegaskan Bukan Gereja Resmi

Wartain.com || Sebuah insiden kericuhan terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (27/6/2025). Sejumlah warga dilaporkan merusak sebuah bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat ibadah. Kejadian ini menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial, memicu perdebatan tentang toleransi antarumat beragama.

Dalam video yang beredar, tampak puluhan warga memasuki sebuah rumah dan merusak sejumlah fasilitas di dalamnya. Menanggapi hal ini, Kapolres Sukabumi AKBP Samian menjelaskan bahwa bangunan tersebut bukanlah gereja atau rumah ibadah resmi, melainkan rumah singgah yang kebetulan digunakan untuk kegiatan retret keagamaan.

“Bangunan itu digunakan sebagai tempat singgah. Saat kejadian, memang sedang ada kegiatan keagamaan, sehingga terjadi miskomunikasi dengan warga sekitar. Kesalahpahaman ini yang kemudian memicu ketegangan,” kata Kapolres kepada media, Senin (30/6/2025).

Ia menambahkan bahwa situasi sudah kondusif. Warga yang sempat melakukan perusakan pun telah memperbaiki kerusakan secara sukarela.

“Alhamdulillah tidak ada eskalasi lebih lanjut. Kerusakan yang sempat terjadi juga telah diperbaiki oleh warga sendiri. Kini komunikasi antar pihak berjalan dengan baik,” tambahnya.

Senada dengan pernyataan Kapolres, perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukabumi, Pendeta Beresan Bagaring, turut meluruskan informasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa bangunan tersebut bukan gereja, dan kegiatan di dalamnya bukan merupakan ibadah umum.

“Yang dilakukan adalah kegiatan pembinaan untuk anak-anak, semacam retret atau edukasi di masa liburan. Karena adanya momen 1 Muharam dan kurangnya komunikasi dengan pemilik vila, terjadilah kesalahpahaman,” jelasnya.

Pendeta Beresan memastikan bahwa persoalan ini telah diselesaikan melalui koordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.

“Semua pihak sudah bersepakat dan saling memahami. Kami menganggap masalah ini selesai, dan menjadi pelajaran penting bagi kita semua dalam menjaga harmoni dan komunikasi lintas komunitas,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa kegiatan serupa tidak akan digelar kembali di tempat tersebut, mengingat bangunan itu tidak diperuntukkan sebagai sarana ibadah.

“Kegiatan kemarin hanya bersifat insidental, bukan ibadah rutin. Harapannya semua pihak bisa mengambil hikmah dari kejadian ini agar tidak terulang,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.