Wartain.com – Insiden kekerasan kembali mencoreng sepak bola usia muda. Bus rombongan Persib Bandung U-18 diserang sekelompok orang tak dikenal di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam sekitar pukul 21.27 WIB.
Rombongan Maung Ngora yang berjumlah sekitar 30 orang baru saja menyelesaikan laga Elite Pro Academy (EPA) di Solo. Mereka bertolak dari Hotel Monolog Solo menggunakan bus Bima Trans bernomor polisi Z 7539 GZ yang dikemudikan Muhammad Ainur Ridha.
Saat bus berhenti untuk istirahat, sekelompok orang yang diduga suporter klub lain melakukan pelemparan hingga kaca bus pecah. Seorang ofisial Persib U-18 juga menjadi korban penganiayaan.
“Ya terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan pemain U-18 Persib Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga penganiayaan pada salah satu ofisial Persib U-18,” kata Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama.
Koper Dijarah, Bus Tinggalkan Ofisial
Media Officer EPA Persib, Pandu Persada, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Saat kejadian, ia dan ofisial akademi Ridwan sedang berada di toilet rest area, terpisah dari rombongan yang berada di musala.
Kaca bus dipecahkan dengan batu besar. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial yang ada di bagasi bus diduga dijarah pelaku.
Demi keselamatan pemain di dalam bus, sopir terpaksa langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Pandu dan satu ofisial tertinggal dan harus menyelamatkan diri ke kios tambal ban di rest area tersebut.
Polisi Amankan Satu Pelaku
Polresta Batang bergerak cepat. Seorang pria berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, diamankan di wilayah Jakarta saat melintas di Gerbang Tol Cikarang Utama.
Polisi melacak pelaku melalui rekaman CCTV rest area dan laporan darurat 110. BPA diduga melempar batu ke bus dan menjadi penyerang utama. Dari olah TKP, polisi mengamankan batu besar yang ditemukan di dalam bus.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menyebut pelaku diduga merupakan pendukung Persija Jakarta yang baru pulang menonton pertandingan di Yogyakarta dan bertemu rombongan Persib di rest area yang sama.
Dikecam Menpora, PSSI, hingga Persija
Aksi brutal ini mendapat kecaman luas. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan aksi tersebut sudah masuk ranah kriminal.
“Merampas, memecahkan, memukuli, itu sudah kriminal,” tegas Erick.
PSSI dan I.League juga mengecam keras dan meminta kepolisian mengusut tuntas. Bahkan Persija Jakarta turut mengecam aksi yang mengatasnamakan suporternya tersebut.
Hingga kini, Polresta Batang masih mengembangkan kasus untuk memburu pelaku lain yang terlibat dalam penyerangan tersebut.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Yosep)
