Wartain.com – Tragedi berdarah terjadi di atas Kapal Motor (KM) Cahaya Mutiara. Dua anak buah kapal (ABK) dilaporkan tewas akibat kekerasan saat kapal melaut di Samudera Hindia pada akhir September 2026 lalu.
Kasus ini baru terungkap setelah kapal terdeteksi berada di perairan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Kamis (15/10/2026). Tim gabungan Polres Sukabumi langsung bergerak cepat.
Dengan menggunakan perahu nelayan dari Dermaga 2 PPNP Palabuhanratu, personel Satreskrim, Satpolairud, Dokpol, dan Inafis menyisir laut dan naik ke atas kapal untuk melakukan olah TKP. Garis polisi dipasang di geladak kapal.
Di lokasi, polisi berhasil mengamankan satu orang pria yang diduga sebagai pelaku.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, membenarkan penangkapan tersebut. “Dua orang korban dilaporkan meninggal dunia dan saat ini satu orang terduga pelaku sudah berhasil kami amankan,” ujarnya.
Saat ini penyidik masih memeriksa para saksi yang merupakan ABK lainnya di kapal tersebut.
Kasat Polairud AKP Dadi menambahkan, ada jarak antara lokasi kejadian dan lokasi evakuasi. Perkelahian maut itu terjadi di tengah Samudera Hindia saat kapal sedang operasi tangkap ikan, namun kapal terus berlayar hingga masuk Teluk Palabuhanratu.
“Rencananya jasad kedua korban akan langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu,” kata Dadi.
Polres Sukabumi juga akan berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Jabar mengingat TKP utama berada di perairan lepas. Polisi masih mendalami motif di balik insiden maut tersebut.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
