Oleh: Opik/ Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Sukabumi
Wartain.com – Generasi muda merupakan aset paling berharga yang dimiliki bangsa. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas moral, intelektual, dan karakter generasi yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang. Karena itu, berbagai persoalan yang berpotensi mengancam masa depan generasi muda harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Saat ini, peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, dan fenomena LGBT menjadi isu yang banyak diperbincangkan di tengah masyarakat. Ketiga persoalan tersebut dinilai memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan pembinaan moral, kesehatan, serta ketahanan sosial generasi muda.
Miras dan narkoba merupakan ancaman nyata yang dampaknya telah banyak dirasakan masyarakat. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, penyalahgunaan kedua hal tersebut juga kerap menjadi pemicu tindak kriminalitas, kekerasan, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Di sisi lain, fenomena LGBT juga menjadi perdebatan publik, terutama dalam masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, dan norma sosial. Sebagian kalangan memandang pentingnya memperkuat pendidikan agama, karakter, serta ketahanan keluarga sebagai upaya menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.
Sebagai daerah yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, Kabupaten Sukabumi perlu mengambil langkah yang lebih serius dalam memperkuat pendidikan karakter, pembinaan kepemudaan, serta menciptakan lingkungan sosial yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.
Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk membangun benteng moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Generasi muda adalah harapan bangsa. Karena itu, menjaga mereka dari pengaruh negatif serta membekali mereka dengan pendidikan, akhlak, dan wawasan kebangsaan yang kuat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
