Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bulan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an ini menjadi momentum istimewa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, aktivitas tersebut juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketenangan batin di tengah aktivitas sehari-hari.
Agar ibadah membaca Al-Qur’an lebih optimal, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan. Pertama, menata niat dengan tulus karena Allah SWT. Niat yang ikhlas menjadi fondasi utama agar setiap ayat yang dibaca bernilai ibadah dan membawa keberkahan.
Kedua, membuat target bacaan yang realistis dan terukur. Sebagian umat Muslim menargetkan khatam 30 juz selama Ramadhan dengan membaca satu juz per hari.
Namun, bagi yang memiliki keterbatasan waktu, membagi bacaan menjadi beberapa halaman setiap selesai salat wajib juga menjadi pilihan efektif. Konsistensi dinilai lebih penting dibandingkan jumlah bacaan yang banyak namun tidak berkelanjutan.
Selain itu, memilih waktu yang tepat turut membantu meningkatkan kekhusyukan. Waktu setelah salat Subuh, selepas Tarawih, atau pada sepertiga malam terakhir kerap menjadi momen yang lebih tenang untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat suci.
Tak hanya membaca, memahami arti dan kandungan ayat juga sangat dianjurkan. Dengan memahami maknanya, pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat lebih meresap dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam membaca Al-Qur’an, umat Muslim juga diingatkan untuk menjaga adab, seperti dalam keadaan suci, membaca dengan tartil atau perlahan dan jelas, serta menghindari sikap tergesa-gesa. Bergabung dalam kegiatan tadarus bersama keluarga atau di masjid juga dapat menjadi cara efektif untuk menjaga semangat dan memperbaiki bacaan.
Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk mempererat hubungan dengan Al-Qur’an. Lebih dari sekadar mengejar target khatam, kualitas bacaan, pemahaman, serta pengamalan isi Al-Qur’an menjadi tujuan utama yang diharapkan membawa perubahan positif dalam kehidupan setiap Muslim.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
