Wartain.com– Yayasan Darul Hadist selaku pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Lengkong, Kabupaten Sukabumi, memberikan penjelasan terkait kecelakaan yang melibatkan mobil berstiker operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan seorang siswi SMAN 1 Lengkong berinisial S (15), di depan gerbang sekolah, Desa Lengkong, Jumat (23/10/2026) sore.
Pihak yayasan membenarkan bahwa kendaraan yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan mobil operasional SPPG Sukabumi Lengkong. Namun, berdasarkan keterangan pihak yayasan, saat kecelakaan terjadi kendaraan itu tidak sedang menjalankan aktivitas distribusi makanan dan telah diserahkan kepada pihak bengkel untuk keperluan perawatan.
PIC Yayasan Darul Hadist, Ridwansyah, menjelaskan bahwa mobil tersebut merupakan armada pengganti yang digunakan selama periode 12–23 Oktober 2026. Kendaraan itu dipakai karena mobil distribusi utama SPPG sedang menjalani perbaikan mesin atau turun mesin di bengkel wilayah Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong.
“Sebetulnya itu adalah mobil pengganti operasional SPPG Lengkong periode 12 hingga 23 Oktober 2026, karena mobil distribusi utama baru selesai perbaikan atau turun mesin di bengkel daerah Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong,” ujar Ridwansyah, Sabtu (24/10/2026).
Kendaraan Diserahkan untuk Perawatan
Ridwansyah menerangkan, kejadian bermula setelah seluruh kegiatan distribusi MBG selesai pada Jumat sore. Seiring memasuki masa libur operasional, kendaraan tersebut dijadwalkan menjalani servis dan perawatan rutin.
Sekitar pukul 17.00 WIB, pengemudi SPPG mengantarkan mobil pengganti ke kawasan Patok Besi, Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong. Selanjutnya, kendaraan diserahkan kepada pihak bengkel untuk dibawa dan ditangani lebih lanjut di bengkel yang berada di Desa Tegallega.
Setelah proses serah terima selesai, pengemudi SPPG pulang ke rumah. Dengan demikian, menurut Ridwansyah, kendaraan tersebut selanjutnya berada dalam penguasaan pihak bengkel.
Tidak lama kemudian, pihak dapur SPPG memperoleh informasi mengenai kecelakaan yang melibatkan kendaraan berstiker SPPG di depan SMAN 1 Lengkong.
“Setelah kami telusuri, ternyata kendaraan yang dimaksud adalah mobil operasional kami yang saat itu sedang dikendarai oleh pihak bengkel. Pihak dapur sempat menanyakan hal ini sejak Jumat sore, namun pihak bengkel baru memberikan kabar pasti pada Sabtu pagi,” jelasnya.
Setelah mendapatkan kepastian informasi, tim SPPG Sukabumi Lengkong mendatangi RSUD R. Syamsudin, SH atau RS Bunut di Kota Sukabumi untuk menjenguk korban sekaligus bertemu dengan keluarganya.
Ridwansyah menyampaikan bahwa kondisi korban menunjukkan perkembangan positif dibandingkan sehari sebelumnya. Meski demikian, S masih membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.
Pihak SPPG, keluarga korban, dan pihak bengkel juga telah melakukan pertemuan untuk membicarakan tindak lanjut atas kejadian tersebut.
“Alhamdulillah kondisi anak (korban) hari ini membaik dibanding kemarin, dan akan dilakukan pemeriksaan medis lanjutan. Pihak dapur sudah bertemu langsung dengan keluarga korban. Saat ini sedang dilakukan musyawarah bersama antara pihak korban, pihak bengkel, dan pihak SPPG Sukabumi Lengkong,” ungkap Ridwansyah.
Ia menambahkan, berdasarkan penelusuran internal yayasan, keluarga pengemudi yang disebut berasal dari pihak bengkel turut membantu membawa korban ke Puskesmas Lengkong sebelum mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Pihak yayasan pun berharap peristiwa tersebut dapat dipahami berdasarkan kronologi dan keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk mengenai dugaan tabrak lari yang berkembang di masyarakat.
Sekolah Sebut Pengemudi Siswa Kelas X
Sementara itu, Humas SMAN 1 Lengkong, Undang Mulyana, menyampaikan bahwa korban S merupakan siswi kelas XI yang hingga Sabtu (24/10/2026) masih menjalani perawatan medis.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang siswa kelas X di sekolah yang sama. Siswa tersebut diketahui sedang izin tidak masuk sekolah pada Jumat karena sakit.
Undang menyebut, siswa itu merupakan anak pemilik bengkel dan diminta mengambil mobil SPPG di kawasan Patok Besi, Desa Cilangkap, untuk dibawa ke bengkel di Desa Tegallega.
“Yang membawa mobil MBG adalah siswa kelas 10, masih satu sekolah. Dia disuruh oleh pemilik bengkel mengambil mobil SPPG di Patokbesi Desa Cilangkap untuk diperbaiki di bengkel di Desa Tegallega. Hari Jumat memang siswa itu izin karena sakit. Ia sudah biasa bawa mobil,” kata Undang.
Ia juga membenarkan bahwa pihak keluarga korban, keluarga pemilik bengkel, dan SPPG telah bertemu untuk membicarakan penyelesaian peristiwa tersebut secara kekeluargaan.
Korban Sempat Dirujuk ke RS Bunut
Sebelumnya, kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.42 WIB. Saat itu, korban tengah berjalan kaki di tepi jalan bersama seorang temannya setelah pulang sekolah.
Korban kemudian mendapatkan pertolongan awal di Puskesmas Lengkong sebelum dirujuk ke RSUD R. Syamsudin, SH atau RS Bunut, Kota Sukabumi. Rujukan dilakukan setelah korban dilaporkan mengalami muntah darah.
Rekaman CCTV sekolah yang beredar turut menjadi perhatian publik karena memperlihatkan kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan mobil berstiker operasional MBG.
Hingga berita ini disusun, korban masih menjalani penanganan medis lanjutan. Adapun kronologi pengemudi, proses penyerahan kendaraan, serta tanggung jawab masing-masing pihak perlu merujuk pada keterangan para pihak terkait dan hasil penelusuran lebih lanjut.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Intan)
