Wartain.com – Angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2026, jumlah pengangguran di Kabupaten Sukabumi tercatat mencapai sekitar 110 ribu orang.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi tancap gas melakukan penanganan.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengatakan pihaknya menggeber dua program utama untuk menekan angka pengangguran, yakni program pelatihan kerja berbasis kompetensi dan pelatihan kewirausahaan.
“Target kita jelas, mengurangi angka pengangguran terbuka dengan meningkatkan skill dan daya saing angkatan kerja lokal,” ujar Sigit, Selasa (20/10/2026).
Untuk pelatihan kerja, Disnakertrans menyiapkan sejumlah kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, mulai dari pelatihan las, otomotif, tata boga, menjahit, hingga digital marketing dan operator komputer.
Para peserta yang lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat kompetensi dan langsung difasilitasi untuk penempatan kerja melalui bursa kerja khusus serta kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri Sukabumi dan sekitarnya.
Sementara untuk warga yang tidak terserap di sektor formal, Disnakertrans mendorong program kewirausahaan mandiri.
“Kita tidak hanya mencetak pencari kerja, tapi juga pencipta lapangan kerja. Kita berikan modal pengetahuan tentang cara memulai usaha, manajemen keuangan, hingga akses permodalan,” jelasnya.
Sigit menambahkan, program ini akan menyasar pemuda, lulusan SMA/SMK yang belum bekerja, serta kelompok rentan pengangguran di wilayah-wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi.
Dengan kombinasi pelatihan kerja dan wirausaha ini, Disnakertrans optimistis angka pengangguran 110 ribu orang tersebut bisa ditekan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
“Kuncinya ada di kolaborasi, baik dengan dunia usaha, balai latihan kerja, maupun pemerintah desa untuk mendata dan menggerakkan warganya ikut pelatihan,” pungkasnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
