26.7 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Latest Posts

Toleransi dan Seni Jadi Pilar Harmoni Kota Sukabumi di Peringatan HUT ke-49 BKGS

Wartain.com || Perayaan Hari Ulang Tahun ke-49 Badan Kerjasama Gereja-gereja Sukabumi (BKGS) yang berlangsung di Gereja Kristen Pasundan, Senin (26/5/2025), menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat toleransi dan kolaborasi lintas agama di Kota Sukabumi. Acara ini tidak hanya menampilkan kemeriahan seni paduan suara, tetapi juga menghadirkan pesan-pesan perdamaian yang kuat dari para tokoh agama dan pemerintah.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang hadir bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), menegaskan pentingnya peran semua elemen masyarakat, termasuk komunitas gereja dan umat Islam, dalam membangun kehidupan kota yang damai dan inklusif.

“Sukabumi adalah salah satu kota toleran di Indonesia. Ini bukan hanya label, tapi tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Ayep Zaki. Ia juga menyoroti peran FKUB dan perlunya regulasi seperti Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai fondasi kebijakan kerukunan umat beragama.

Uniknya, peringatan HUT BKGS kali ini juga dimeriahkan dengan lomba paduan suara antar gereja. H. Ayep Zaki secara langsung menyerahkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi seni budaya dalam mempererat persaudaraan.

Ketua BKGS, Pendeta Kristiyanto, menyampaikan bahwa organisasi ini telah menjadi wadah pemersatu gereja-gereja di Sukabumi sejak berdiri pada 25 Mei 1976. Ia juga mengumumkan bahwa BKGS kini sedang dalam proses legalisasi sebagai badan hukum setelah mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dengan tema “Selaras, Setata, Harmonis”, BKGS menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga suasana damai di tengah keberagaman. “Kami percaya, seni, iman, dan dialog yang terbuka bisa menjadi kunci menjaga Sukabumi tetap sejuk dan dikenal luas sebagai kota yang harmonis,” tutur Pendeta Kristiyanto.

Melalui kegiatan seperti ini, toleransi di Sukabumi tidak hanya menjadi wacana, tetapi hidup dalam praktik keseharian masyarakat—diperkuat oleh spiritualitas, kolaborasi antar umat beragama, dan ekspresi seni budaya yang menyatukan.***(RAF).

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.