26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026

Latest Posts

BBTNGGP Tutup Sementara Pendakian Gunung Gede Pangrango, Fokus Benahi Pengelolaan dan Kebersihan Jalur

Wartain.com || Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) resmi menutup seluruh jalur pendakian menuju Gunung Gede dan Gunung Pangrango mulai Senin (13/10/2025). Keputusan ini diambil untuk melakukan pembersihan dan penataan ulang pengelolaan jalur pendakian yang dinilai sudah mengalami penurunan kualitas kebersihan.

Kepala BBTNGGP, Arief Mahmud, menjelaskan bahwa tingginya minat wisatawan terhadap kawasan TNGGP membawa dampak positif bagi sektor pariwisata, namun di sisi lain juga memunculkan permasalahan serius terkait kebersihan dan kapasitas daya dukung jalur pendakian.

“Antusiasme pendaki sangat tinggi, tetapi kebersihan jalur masih menjadi tantangan besar. Permasalahan sampah di area pendakian terus berulang dan berpengaruh pada kelestarian ekosistem,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

Penutupan sementara ini berlaku di seluruh jalur resmi pendakian, yakni Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas Memorandum Direktur Jenderal KSDAE Nomor M.105/KSDAE/PJL/KSA.04/10/2025 tanggal 9 Oktober 2025, mengenai pengelolaan pendakian di kawasan konservasi.

Selama masa penutupan, BBTNGGP akan melaksanakan program Zero Waste Wisata Pendakian Gunung 2025, yang menitikberatkan pada kebersihan, pengelolaan sampah, dan peningkatan tata kelola pendakian.

“Aksi bersih-bersih dilakukan bersama petugas, mitra, komunitas pecinta alam, akademisi, dan pelaku usaha. Sampah akan dikumpulkan, dipilah, hingga diolah agar jalur kembali bersih dan aman,” tutur Arief.

Selain kegiatan pembersihan, BBTNGGP juga melakukan pembenahan sistem manajemen pendakian, mencakup peninjauan prosedur perizinan, penataan basecamp, peningkatan fasilitas dasar, hingga penguatan pengawasan lapangan berbasis sistem digital SIAP GEPANG.

“Kami juga akan memperkuat kapasitas pemandu, memperbarui data pendaki, serta mengembangkan edukasi Pendaki Cerdas agar mereka lebih peduli terhadap alam dan kebersihan,” tambahnya.

Terkait pengembalian uang (refund) dan penjadwalan ulang (reschedule) bagi calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan tiket secara daring, Arief menjelaskan bahwa informasi teknis akan disampaikan melalui email dan kanal resmi TNGGP.

Pihaknya menegaskan, pembukaan kembali jalur pendakian hanya akan dilakukan setelah seluruh tahapan pembersihan dan perbaikan selesai dilaksanakan.

“Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung langkah ini. Tujuan kami adalah menciptakan pendakian yang lebih bertanggung jawab, bersih, dan berkelanjutan,” pungkas Arief.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.