26.7 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Latest Posts

MUI Sukabumi Serukan Pemasangan Foto KH. Ahmad Sanusi di Sekolah dan Ruang Publik Jelang Hari Pahlawan

Wartain.com || Menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh lembaga pendidikan dan instansi pemerintahan untuk menampilkan foto KH. Ahmad Sanusi, ulama besar sekaligus pahlawan nasional asal Sukabumi.

Seruan tersebut disampaikan oleh Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan ulama kelahiran Sukabumi itu.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Sukabumi ini kota ulama, kota santri, sekaligus kota perjuangan. KH. Ahmad Sanusi adalah bukti nyata dari semua itu — seorang ulama, pejuang, dan pendiri republik,” ujar Ujang, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, seluruh madrasah di bawah naungan Kementerian Agama — mulai dari Madrasah Diniyah, MTs, hingga Madrasah Aliyah — serta sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan, kantor pemerintahan, dan ruang publik di Sukabumi, diharapkan turut memasang foto KH. Ahmad Sanusi sebagai simbol penghargaan dan pengingat sejarah.

Ulama Pejuang dan Pemikir Besar dari Sukabumi

KH. Ahmad Sanusi lahir di Kecamatan Cicantayan pada 1888 dan wafat di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada 1950. Beliau dikenal sebagai sosok ulama karismatik, tokoh pembaharu Islam, dan pejuang yang ikut merumuskan dasar negara saat menjadi anggota BPUPKI.

Selain aktif dalam perjuangan kemerdekaan, beliau juga mendirikan Al-Ittihad Al-Islamiyah (AII) — yang kini dikenal sebagai Persatuan Umat Islam (PUI) — salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia.

“Beliau menulis tidak kurang dari 126 kitab, menjadi komandan Laskar Sabilillah dan Hizbullah di pertempuran Bojongkokosan, serta dikenal dekat dengan Bung Karno yang sering berkunjung ke rumahnya,” tutur Ujang.

Dorongan Konkret bagi Pemerintah Daerah

MUI Kabupaten Sukabumi berharap ajakan ini tidak sekadar seremonial, tetapi direspons nyata oleh Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah.

“Kami mengimbau seluruh kantor pemerintahan, sekolah, dan ruang publik memasang foto KH. Ahmad Sanusi. Ini bukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga pengingat jati diri Sukabumi sebagai tanah perjuangan para ulama,” tegas Ujang.

Lebih jauh, ia mengusulkan agar pemerintah daerah memasukkan nilai-nilai perjuangan KH. Ahmad Sanusi ke dalam sektor pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.

“Sudah saatnya dibangun Museum Ajengan Sanusi sebagai bentuk penghargaan permanen. Bahkan, nama-nama jalan baru bisa diberikan untuk mengenang beliau. Jangan menunggu tokohnya masih hidup baru diberi nama,” ujarnya.

Perjuangan Ulama dalam Lintasan Sejarah

MUI juga mengusulkan agar pendidikan sejarah lokal dimasukkan dalam kurikulum sekolah, khususnya mengenai perjuangan tokoh-tokoh asal Sukabumi.

“Anak-anak harus tahu siapa KH. Ahmad Sanusi dan tokoh-tokoh ulama Sukabumi lainnya. Tidak akan ada madrasah dan pesantren tanpa perjuangan mereka,” kata Ujang menekankan.

Sebagai bagian dari refleksi Hari Pahlawan, MUI turut mendorong pemerintah daerah, lembaga vertikal, dan ormas keagamaan untuk menggelar ziarah ke makam KH. Ahmad Sanusi di Kecamatan Gunungpuyuh.

Meneguhkan Jati Diri Sukabumi

Seruan MUI ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwarnai oleh pertempuran bersenjata, tetapi juga oleh perjuangan dakwah, pendidikan, dan keteladanan moral para ulama.

“KH. Ahmad Sanusi bukan hanya milik Sukabumi, tetapi milik bangsa Indonesia. Namun sudah sepatutnya Sukabumi yang pertama memberikan penghormatan kepadanya,” tutup Ujang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.