26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Dubes Iran Ikut Aksi di Bundaran HI: FPN Soroti Serangan Israel, Tuntut Pemerintah Bersikap

Wartain.com || Sejumlah kader Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi solidaritas saat kegiatan Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (5/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk duka cita dan dukungan terhadap tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan yang disebut dilakukan oleh Israel.

Dengan membentangkan sejumlah spanduk berukuran sekitar enam meter, massa FPN menyuarakan tuntutan agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas. Salah satu spanduk bertuliskan, Israel Bunuh Prajurit TNI, Saatnya Indonesia Tegas!

Spanduk lain secara langsung menyapa Presiden Prabowo Subianto dengan pesan, Pak Prabowo, Ayo Lawan Zionisme / Kolonialisme / Imperialisme / Penjajah! serta Zionisme = Kolonialisme = Imperialisme = Penjajahan, Harus Dilawan Pak Presiden! Massa juga mengangkat seruan Stop Genocide in Palestine!” sebagai bagian dari solidaritas terhadap rakyat Palestine.

Aksi tersebut menarik perhatian warga yang tengah berolahraga di kawasan Car Free Day. Sejumlah pengunjung tampak berhenti dan membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai bentuk dukungan moral terhadap prajurit TNI yang gugur sekaligus aspirasi yang disampaikan peserta aksi.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah kehadiran Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyempatkan diri berfoto bersama massa aksi.

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, mengatakan kegiatan serupa juga digelar serentak di sejumlah kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Makassar, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Majene, Kendari, Baubau, dan Tarakan.

Dinilai sebagai “alarm” bagi pemerintah

Menurut Furqan, gugurnya tiga prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon menjadi peringatan serius bagi pemerintah agar mempertegas arah kebijakan luar negeri Indonesia.

“Gugurnya tiga prajurit Indonesia yang bertugas di UNIFIL karena serangan Israel adalah alarm bagi Pak Presiden untuk mengembalikan kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih progresif menentang penjajahan di muka bumi sebagaimana amanat UUD 1945,” kata Furqan di sela aksi.

Ia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran terhadap norma dan hukum humaniter internasional. FPN juga menyoroti belum adanya pernyataan resmi yang secara spesifik mengecam serangan tersebut.

Selain itu, FPN meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan kontingen Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) jika tidak ada jaminan keamanan tambahan dari PBB.

Furqan juga mengingatkan agar pemerintah tidak melibatkan TNI dalam rencana International Stabilization Force (ISF) yang disebutnya berkaitan dengan upaya pelucutan senjata kelompok pejuang Palestina.

Tiga prajurit gugur dalam misi perdamaian

Dalam pernyataannya, FPN menyebut tiga prajurit TNI yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Mereka disebut meninggal dunia akibat serangan mortir dan ranjau di jalur patroli yang biasa dilalui pasukan perdamaian.

“Duka cita yang dalam bagi Indonesia atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Saatnya Pak Prabowo melawan Israel dengan tegas,” ujar Furqan menutup pernyataannya.

Aksi solidaritas di ruang publik seperti Car Free Day ini menunjukkan isu keselamatan pasukan perdamaian Indonesia di luar negeri masih menjadi perhatian sebagian masyarakat, sekaligus memunculkan dorongan agar pemerintah memperjelas sikap diplomatiknya di tengah dinamika konflik kawasan Timur Tengah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.