Wartain.com – Maraknya kasus penipuan berkedok lowongan kerja membuat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi angkat bicara. Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, mulai dari meminta uang pendaftaran, menjanjikan penempatan cepat, hingga mencatut nama perusahaan besar. Kondisi ini merugikan masyarakat, terutama pencari kerja yang sedang butuh pekerjaan.
Untuk mencegah korban semakin banyak, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi mengeluarkan himbauan resmi. Himbauan ini ditujukan agar warga lebih selektif, kritis, dan hanya mengakses informasi lowongan dari kanal yang terpercaya. Langkah preventif ini penting agar proses mencari kerja tetap aman dan bebas pungutan liar.
Berikut 4 poin himbauan dari Disnakertrans Kabupaten Sukabumi:
1. Cari Kerja Melalui Akun Resmi ‘Siap Kerja’
Disnakertrans meminta masyarakat memanfaatkan platform resmi milik pemerintah, yaitu akun ‘Siap Kerja’, untuk mendapatkan informasi lowongan kerja yang valid dan terverifikasi.
2. Laporkan Jika Ada Indikasi Pungli atau Penipuan
Apabila menemukan indikasi pungutan liar atau penipuan berkedok lowongan kerja, masyarakat diimbau berani melapor ke aparat berwenang atau langsung ke Disnakertrans.
3. Jangan Mudah Tergiur Tawaran Pekerjaan
Warga diminta tidak langsung percaya dengan tawaran kerja yang menjanjikan gaji besar, proses cepat, atau meminta uang di awal. Cek dan pastikan legalitas perusahaan perekrut.
4. Cek Info Loker di Medsos Resmi Disnakertrans Kab. Sukabumi
Untuk memastikan kebenaran informasi lowongan, masyarakat bisa mengecek update loker melalui media sosial resmi Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.
Disnakertrans menegaskan, perlindungan terhadap pencari kerja jadi prioritas utama. Setiap laporan yang masuk terkait pungli atau loker fiktif akan ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum. Masyarakat diminta tidak takut melapor karena identitas pelapor akan dirahasiakan.
Dengan mengikuti himbauan ini, diharapkan warga Sukabumi bisa terhindar dari modus penipuan rekrutmen. Disnakertrans juga mengajak perusahaan untuk membuka lowongan secara transparan melalui kanal resmi agar tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan aman bagi semua pihak.***
Editor : Aab Abdul Malik
(SRM)
