Wartain.com – Lap terakhir Sirkuit Bugatti, Minggu (10/5/2026). Veda Ega Pratama nempel ketat di grup kedua. Satu tikungan lagi. Gas dibuka penuh. Garis finis. P4.
Hasil itu terdengar biasa. Tapi dampaknya luar biasa: Veda resmi masuk 5 besar dunia Moto3 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, nama Indonesia nangkring di papan atas klasemen Grand Prix.
“Ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja gila 6 bulan terakhir,” kata salah satu kru tim yang mendampingi Veda di Le Mans. Dari P6, anak Gunungkidul itu naik ke P5 dengan 50 poin, salip Marco Morelli.
Balapan Prancis memang brutal. Angin kencang, suhu trek dingin, dan 8 pebalap dalam 1,2 detik. Veda sempat terlempar ke P7 di lap 6, tapi satu-satu disikat lagi. Manuver di chicane Dunlop lap 14 jadi kunci: ia telat ngerem, masuk dari dalam, dan langsung ambil dua posisi sekaligus.
13 poin dari Le Mans bukan sekadar angka. Itu tiket buat Veda ikut “perang” sesungguhnya. Lihat jaraknya: cuma 2 poin dari Valentin Perrone di P4 dengan 52 poin, dan 3 poin dari Alvaro Carpe di P3 dengan 53 poin. Satu podium di Mugello, Veda bisa lompat ke 3 besar.
Di atas, Maximo Quiles masih jadi monster dengan 115 poin. Adrian Fernandez yang finis P2 di Prancis juga naik ke P2 klasemen dengan 69 poin. Tapi cerita di grup 3-4-5 sekarang yang paling panas. Selisih total cuma 3 poin.
Musim 2026 baru 5 seri, tapi Veda sudah kasih sinyal: dia bukan turis. 4 kali finis 10 besar, 2 kali nyaris podium, dan sekarang 5 besar dunia. “Target kami bukan 5 besar. Targetnya 3 besar sebelum paruh musim,” ucap sumber dekat tim.
Mugello, dua pekan lagi. Trek cepat, slipstream, dan mental baja. Kalau Veda bisa ulang agresivitas Le Mans di Italia, bukan tidak mungkin lagu Indonesia Raya bakal berkumandang di parc fermé.
Klasemen Sementara Moto3 2026 – Top 5:
1. Maximo Quiles – 115
2. Adrian Fernandez – 69
3. Alvaro Carpe – 53
4. Valentin Perrone – 52
5. Veda Ega Pratama – 50 (***)
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
