Wartain.com – Senyum John Herdman tipis saat kertas undian dibuka. Jepang, Qatar, Thailand. Tiga nama itu kini resmi jadi penghadang Timnas Indonesia di Grup F Piala Asia 2027.
“Bangunkan semua orang. Kita tidak punya waktu tidur,” kata Herdman, Minggu (10/5/2026), usai drawing AFC di At-Turaif District, Diriyah, Arab Saudi. Nada bicaranya tenang, tapi pesannya keras: enam bulan ke depan adalah ujian nyata.
Pelatih asal Kanada itu menolak menyebut Grup F sebagai “grup neraka”. Baginya, ini “grup akselerator”. Jepang adalah raja AFC dengan disiplin taktik kelas dunia. Qatar datang sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dengan investasi pemain masif. Thailand? Rival ASEAN yang paling paham cara melukai Garuda.
“Kita mau main di Piala Dunia 2030. Kalau takut sama Jepang dan Qatar sekarang, kapan lagi?” tegas Herdman. Target jangka panjang PSSI jadi alasan ia tak mau Timnas sekadar numpang lewat di Piala Asia 2027.
Masalahnya: waktu. Dari Mei sampai kick-off Januari 2027, Herdman hanya punya dua FIFA Matchday dan satu TC panjang. Artinya, setiap hari harus dihitung. “Langkah kecil tidak cukup. Kami butuh langkah besar dalam enam bulan,” ujarnya.
Langkah besar versi Herdman sudah jelas. Pertama, _match fitness_. Pemain wajib main reguler di klub. Kedua, _uji coba high pressure_. Ia minta PSSI carikan lawan setara Top 20 FIFA sebelum November. “Kami harus rasakan tempo Qatar dan Jepang sebelum ketemu di turnamen,” katanya.
Ketiga, _talent mapping_. Herdman buka pintu lebar untuk pemain diaspora yang siap “berdarah-darah”, tapi syaratnya satu: komitmen penuh. Pemain lokal Liga 1 juga dipantau ketat. “Tidak ada nama besar. Yang ada hanya yang siap bertarung,” tegasnya.
Thailand jadi cerita lain. Herdman menyebut laga kontra Gajah Perang bukan soal teknik, tapi mental. “Rivalitas. Sejarah. Gengsi. Pemain harus paham itu bukan laga biasa,” ucapnya. Ia sudah siapkan sesi khusus psikologi tim untuk laga ini.
PSSI dikabarkan merespons cepat. Direktur Teknik PSSI menyebut tim analis sudah membedah 10 laga terakhir Jepang dan Qatar sejak Sabtu malam. Pemusatan latihan jangka panjang Juli–Agustus juga sedang disiapkan, kemungkinan di Eropa agar adaptasi cuaca dan lawan kuat lebih maksimal.
Bagi Herdman, Piala Asia 2027 bukan tujuan akhir. “Ini checkpoint. Kita lihat di Januari: Garuda sudah lari atau masih jalan di tempat.” Enam bulan ke depan akan menjawabnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
