Wartain.com – Belanda menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak. Bertanding di Kansas City Stadium, Kamis 25 Juni 2026 malam waktu setempat, Oranje menghajar Tunisia 3-1 pada laga terakhir Grup F. Hasil ini memastikan Belanda lolos sebagai juara grup.
Pertandingan baru berjalan 3 menit, bencana menimpa Tunisia. Umpan silang Denzel Dumfries dari sisi kanan disapu Ellyes Skhiri, tapi bola justru membelok ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membuka keunggulan cepat untuk Belanda.
Empat menit berselang, Belanda menggandakan skor. Lewat skema sepak pojok yang rapi, Virgil van Dijk menyundul bola ke tengah kotak penalti. Brian Brobbey yang berdiri bebas langsung menceploskan bola dari jarak dekat. Skor berubah 2-0.
Dominasi Belanda berlanjut sepanjang babak pertama. Penguasaan bola Oranje mencapai 72% dan lini tengah yang digalang Tijjani Reijnders sukses mematikan aliran bola Tunisia. Elang Karthago kesulitan mengembangkan permainan.
Tunisia baru bisa membalas di menit ke-54. Sepak pojok Hannibal Mejbri disambut sundulan keras Hazem Mastouri. Bola menghujam gawang Belanda tanpa bisa dijangkau kiper. Gol itu membuat skor menjadi 2-1 dan memberi sedikit harapan untuk Tunisia.
Harapan itu hanya bertahan 8 menit. Menit ke-62, Belanda kembali menambah gol lewat situasi bola mati. Corner Reijnders disundul Jan Paul van Hecke di tiang dekat. Bola sempat membentur kepala Anis Slimane sebelum masuk ke gawang. Belanda unggul 3-1.
Setelah gol ketiga, tempo pertandingan melambat. Belanda lebih banyak mengontrol bola dan menjaga jarak. Tunisia mencoba menekan, tapi rapatnya barisan belakang Van Dijk dkk membuat Elang Karthago frustrasi hingga peluit panjang.
Kemenangan 3-1 ini membuat Belanda menyapu bersih Grup F dengan poin sempurna. Oranje finish di puncak klasemen dan berhak melaju ke babak 32 besar dengan status juara grup. Catatan produktivitas mereka juga meningkat signifikan.
Sebaliknya, Tunisia menutup Piala Dunia 2026 dengan hasil pahit. Tiga laga, tiga kekalahan, dan kebobolan 9 gol tanpa bisa menang sekali pun. Perjalanan mereka di Amerika Serikat-Kanada-Meksiko berakhir cepat.
Kekalahan dari Belanda jadi titik akhir yang menyesakkan untuk Tunisia. Kondisi internal makin runyam setelah pelatih Sabri Lamouchi dipecat sejak usai laga pertama melawan Swedia. Tim tampak kehilangan arah sepanjang turnamen.
Bagi Belanda, hasil ini jadi modal berharga jelang fase gugur. Kedalaman skuad, ketajaman set-piece, dan solidnya Van Dijk di lini belakang jadi senjata utama Oranje untuk melangkah lebih jauh.
Dengan status juara Grup F, Belanda kini tinggal menunggu lawan dari runner-up grup lain. Memphis Depay dkk punya misi besar: mengulang kejayaan Oranje di panggung dunia setelah terakhir kali ke final pada 2010.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
