Wartain.com – Kebanggaan datang dari Kecamatan Nagrak. Dua putra-putri terbaik asal Desa Babakan Panjang, berhasil mengukir prestasi di ajang PORSADIN VIII Tingkat Kabupaten Sukabumi. Mereka adalah Nathan (Kelas VI) dan Nadira (Kelas V) dari MDTU Babul Ulum yang berlaga di Cabang Olahraga Tenis Meja.
Ajang Pekan Olahraga dan Seni Santri Diniyah (Porsadin) ke-VIII tersebut digelar di Kecamatan Jampangkulon pada Kamis-Jumat, 23–24 Juli 2026. Diketahui, sebanyak 1.780 santri dari 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi, ambil bagian dalam pertandingan dan perlombaan di 14 cabang olahraga, seni dan keagamaan.
Di bawah bendera Kecamatan Nagrak, Nathan dan Nadira tampil mewakili madrasahnya. Atmosfer kompetisi terasa sengit sejak awal, namun semangat juang keduanya tak pernah surut.
Nathan Raih Emas
Babak 32 Besar: Pembuka dengan Dominasi
Nathan memulai langkah dengan meyakinkan. Menghadapi wakil Kecamatan Kalapa Nunggal, ia tampil tanpa cela dan menutup laga dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Kecamatan Nagrak datang dengan persiapan matang.
Babak 16 Besar: Konsistensi Terjaga
Di babak berikutnya Nathan kembali menunjukkan tajinya. Berhadapan dengan atlet Kecamatan Cimanggu, smash-smash akurat dan penguasaan meja yang rapi membuatnya kembali menang 3-0. Langkahnya semakin mantap menuju puncak.
Perempat Final: Ujian Kian Meningkat
Tantangan lebih berat datang dari Kecamatqn Kadudampit. Namun Nathan tetap tenang. Dengan strategi variasi pukulan dan kesabaran menunggu bola mati, ia kembali menyapu bersih laga dengan 3-0 dan melaju mukus ke semifinal.
Semifinal: Menuju Final dengan Penuh Kepercayaan Diri
Berhadapan dengan wakil Kecamatan Nyalindung, Nathan tampil lepas. Mental bertandingnya sudah terbentuk. Hasilnya, kemenangan 3-0 kembali diraih. Satu langkah lagi menuju medali emas.
Final: Puncak Kejayaan Nathan
Partai puncak mempertemukan Nathan melawan Zaki dari Kecamatan Jampangkulon. Di hadapan pendukung tuan rumah, Nathan justru tampil lebih tenang. Sorak sorai pendukung tuan rumah menjadi motivasi tersendiri bagi Nathan. Ia menutup pertandingan dengan skor 3-0 dan mengunci medali emas untuk Kecamatan Nagrak.
Seusai pertandingan Nathan mengaku sangat bersyukur. “Keberhasilan ini buah kerja keras selama ini berlatih dan mengikuti instruksi pelatih,” ujarnya dengan penuh kegembiraan. Kini ia menatap target lebih tinggi, yakni Porsadin tingkat Provinsi.

Sektor Putri, Nadira Raih Perunggu
Perjalanan Nadira: Gigih Hingga Dapat Medali
Sementara itu di sektor putri, Nadira juga tak kalah berjuang. Lolos langsung ke babak 16 Besar, ia berhasil mengalahkan wakil Kecamatan Kebon Pedes dengan skor 3-0. Permainan agresifnya membuat lawan kewalahan.
8 Besar: Lolos dengan Penuh Semangat
Nadira kembali menunjukkan kelasnya saat menundukkan atlet Kecamatan Gunung Guruh denga skor 3-0. Kecepatan footwork dan penempatan bola yang cerdik menjadi kunci kemenangannya.
Semifinal: Berhenti di Ambang Final
Sayang, langkah Nadira terhenti di semifinal. Menghadapi wakil Kecamatan Kalapanunggal, ia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3. Pertandingan berlangsung ketat dan saling jual beli serangan.
Meski kalah, Nadira tidak patah semangat. “Permainan lawan memang bagus, walaupun seimbang, lawan lebih siap untuk bertanding. Saya akan terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, agar kedepan prestasi saya lebih meningkat,” katanya dengan nada sedikit kecewa.
Catatan Pelatih
Yudi Setiadi, Pelatih Kepala Cabor Tenis Meja Kecamatan Nagrak, memberikan apresiasi kepada atletnya. Ia menilai kemampuan teknik atletnya sudah setara dengan kecamatan lain. “Hanya saja faktor mental dan kesiapan atletnya yang harus ditempa lagi, khususnya di sektor putri,” jelas Yudi penuh bangga.
Medali emas dari Nathan dan perunggu dari Nadira menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) di Kecamatan Nagrak berjalan baik. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus mengasah bakat, sekaligus mengharumkan nama madrasah, serta Kecamatan Nagrak di tingkat yang lebih tinggi.***
