Wartain.com – TNI Run 2026 yang digelar di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026), mencatat empat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI.
Ajang lari yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI tersebut diikuti 15.965 peserta dari berbagai kalangan.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membuka perlombaan dengan melakukan flag off untuk kategori 10 kilometer dan 5 kilometer.
Agus mengatakan capaian rekor tersebut menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan TNI Run tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus ikut memeriahkan rangkaian HUT TNI.
“Hari ini ada empat rekor MURI dari lari. Kalau fun run kan diikuti oleh orang yang memang hobi lari dan ingin olahraga. Saya lihat semuanya berbahagialah. Apalagi kan ada door prize,” ujar Agus.
TNI Run 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni lari 5 kilometer dan 10 kilometer. Agus juga turut mengikuti kategori 5 kilometer setelah menjalankan tugas membuka kedua kategori perlombaan.
“Karena kan saya harus flag off dua kegiatan untuk yang 10 kilometer dan 5 kilometer,” katanya.
TNI Run menjadi salah satu dari berbagai kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 TNI. Selain fun run, rangkaian kegiatan juga diisi sejumlah cabang olahraga, mulai dari tenis lapangan, basket, off road hingga paralayang.
Rangkaian peringatan HUT TNI selanjutnya akan berlanjut pada 4 Oktober 2026 di Selat Sunda melalui kegiatan Naval Parade. Dalam agenda tersebut, TNI akan menampilkan kapal induk Garibaldi yang disebut merupakan hibah dari Italia.
Kemudian pada 5 Oktober 2026, parade dan defile alat utama sistem persenjataan atau alutsista akan digelar di kawasan Monas.
Selain TNI Run, kawasan Monas juga menjadi lokasi TNI Fair 2026 yang menghadirkan berbagai alutsista dari tiga matra TNI.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pameran tersebut tidak hanya menampilkan kekuatan pertahanan, tetapi juga menjadi sarana interaksi antara prajurit dan masyarakat.
“Pameran alutsista ini menjadi bagian dari TNI Fair yang tidak hanya menampilkan kekuatan pertahanan tetapi juga membuka ruang interaksi antara prajurit dengan masyarakat,” ungkap Muhammad Nas.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan harapannya agar TNI semakin profesional dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dan perkembangan teknologi pertahanan.
Ia mendorong prajurit, khususnya para perwira muda, untuk terus beradaptasi melalui pengembangan doktrin dan pola latihan.
“Prajurit juga harus mau menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang strategis yang sekarang kalau dilihat peperangannya sudah semakin canggih,” kata Agus.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
