Wartain.com — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Doa Khairul Ikhsan (17) seorang remaja asal Kp. Pasirjeungjing, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Remaja tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di perairan Pantai Istiqomah, Kelurahan Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Korban ditemukan pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 07.05 WIB setelah seorang nelayan melaporkan melihat jasad korban mengapung di sekitar perairan PLTU Tengah.
Mendapat laporan tersebut, personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.50 WIB pada radius sekitar 2,6 NM dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, korban dibawa menuju Dermaga 2 Palabuhanratu sebelum dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk proses penanganan lebih lanjut.
“Setelah mendapatkan informasi dari nelayan, personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban dan langsung dibawa menuju RSUD Palabuhanratu untuk proses selanjutnya kemudian akan diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto.
Dalam operasi pencarian tersebut, puluhan personel SAR gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari Pos SAR Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Balawista Sukabumi, Pos TNI AL Palabuhanratu, RAPI Palabuhanratu, HNSI Palabuhanratu, Wanadri, SAKA SAR, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, UPP Kelas 3 Palabuhanratu, serta keluarga korban.
Sebelumnya, pencarian dilakukan dengan menyisir perairan menggunakan perahu karet dan kapal patroli Polairud, serta melibatkan kapal nelayan hingga radius 10 NM dari lokasi kejadian.
Penyisiran juga dilakukan melalui jalur darat hingga radius 7 kilometer. Sementara dari udara, tim melakukan pemantauan menggunakan drone hingga radius sekitar 700 meter dari lokasi kejadian.
Setelah korban ditemukan, operasi pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Suryo mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama ketika kondisi arus dan gelombang tidak memungkinkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berenang atau mandi di laut ketika kondisi arus tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
