Wartain.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengoperasikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pengaktifan ratusan SPPG tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok Indonesia.
“Hari ini ada sebanyak 980 SPPG atau MBG diaktivasi. Dengan aktivasi ini, maka ratusan SPPG tersebut mulai melayani Program MBG di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi,” kata Sudaryono di Aceh Besar, Rabu (14/10/2026).
Peresmian operasional SPPG tersebut dipusatkan di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupueng, Kabupaten Aceh Besar. Peluncuran juga dilakukan secara virtual untuk SPPG yang tersebar di 16 provinsi di wilayah tengah Indonesia, mencakup Sumatera, Bali, dan Kalimantan.
Sudaryono menjelaskan, penambahan 980 SPPG ini melanjutkan pengoperasian 480 dapur MBG yang sebelumnya telah diaktifkan di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Dengan demikian, total SPPG di wilayah sasaran tersebut yang telah beroperasi mencapai 1.460 unit. Layanan ini ditujukan kepada anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat lainnya.
Menurut Sudaryono, perluasan layanan MBG di daerah prioritas diharapkan membantu meningkatkan asupan protein dan gizi masyarakat, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan.
BGN juga akan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program untuk mengukur dampaknya terhadap pertumbuhan anak serta upaya menekan angka stunting.
Ia menegaskan, manfaat program pemenuhan gizi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mendukung kualitas kesehatan dan sumber daya manusia pada masa mendatang.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
