Wartain.com || Komunitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat memberikan respons positif terhadap gagasan program gentengnisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif tersebut dinilai berpotensi menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi kerakyatan, terutama bagi para perajin genteng berbahan tanah liat yang tersebar di berbagai daerah di provinsi tersebut.
Pembina Komunitas UMKM Jabar Juara Sejahtera (JJS), Edy Suroso, menilai bahwa program gentengnisasi menjadi angin segar bagi para perajin genteng yang selama ini menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya membuka peluang kebangkitan ekonomi bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia optimistis, melalui program ini, kualitas produksi genteng lokal akan semakin meningkat, daya saing pasar semakin luas, serta kesejahteraan para perajin dapat terangkat.
“Gentengnisasi memberi peluang besar untuk pengrajin genteng tanah liat di Tasikmalaya dan daerah lainnya. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sini,” ujar Edy dalam keterangan yang diterima yang dikutip dari tvrinews, Minggu (15/2/2026).
Edy menyampaikan bahwa kebijakan tersebut memberi jaminan terhadap terserapnya produk genteng lokal, yang menjadi angin segar bagi para pengrajin yang selama ini kerap dibayangi ketidakpastian pasar. Namun demikian, ia juga menegaskan pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam menyesuaikan diri dengan skema business-to-government (B2G) yang berpotensi diterapkan pada program gentengnisasi ke depan, agar mampu bersaing, beradaptasi, memperluas jaringan, meningkatkan kualitas, serta memperkuat keberlanjutan usaha.
“Para pengrajin harus memastikan bisnis mereka siap untuk memenuhi standar yang akan diterapkan. Ini adalah peluang besar, tetapi jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka niat baik pemerintah bisa saja disalahgunakan oleh korporasi besar,” ucap Edy.
Presiden Prabowo dalam pidatonya juga menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari upayanya untuk mewujudkan ekonomi yang lebih berkeadilan, dengan memberdayakan sektor UMKM di seluruh Indonesia. Ia berharap, dengan melibatkan koperasi dan pengrajin lokal, proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi ekonomi rakyat.
“Kami siap mendampingi pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri menyambut program ini. Ini adalah peluang besar, dan kami berharap dapat memastikan semua pengrajin siap untuk menghadapinya dengan baik,” pungkas Edy.
Program gentengnisasi diharapkan menjadi momentum awal bagi tumbuhnya kembali ekonomi kerakyatan di Indonesia, melalui pemanfaatan potensi lokal serta penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan koperasi, demi kemajuan berkelanjutan, kesejahteraan bersama, pertumbuhan nasional, inovasi, daya saing, dan pemerataan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
