Wartain.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola konsumsi pangan secara bijak melalui kampanye “Stop Boros Pangan”.
Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya konsumsi yang lebih bertanggung jawab demi menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat diingatkan bahwa setiap makanan yang terbuang tidak hanya berarti pemborosan bahan pangan, tetapi juga pemborosan sumber daya seperti air, energi, dan biaya yang digunakan dalam proses produksi.
Selain itu, sampah makanan juga menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim.
DKP Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya membiasakan diri mengambil makanan secukupnya sesuai kebutuhan dan menghabiskan makanan yang telah diambil. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi jumlah sampah makanan sekaligus menumbuhkan sikap syukur atas rezeki yang diterima.
Dalam materi kampanye disebutkan bahwa sekitar satu dari tiga makanan yang diproduksi di dunia berakhir menjadi sampah. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Sebagai bentuk aksi nyata, masyarakat diajak menerapkan lima langkah sederhana, yakni mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang telah diambil, membawa bekal dari rumah untuk mengurangi pemborosan, memilah dan mengelola sampah makanan menjadi kompos, serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk ikut menerapkan pola konsumsi yang bijak.
DKP Kabupaten Sukabumi berharap gerakan ini dapat menjadi kebiasaan positif yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Dengan mengurangi pemborosan pangan, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Kecilkan porsi borosmu, besarkan manfaatnya. Makan secukupnya, hargai prosesnya, dan jaga masa depannya,” menjadi pesan utama yang terus digaungkan dalam kampanye tersebut sebagai pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di meja makan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
