26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 22, 2026

Latest Posts

Mosi Tidak Percaya Menggema di DPRD: BEM Nusantara Sukabumi Raya Sorot RSUD Palabuhanratu 

Wartain.com – Audiensi antara BEM Nusantara Sukabumi Raya dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, serta Direktur dan Manajemen RSUD Palabuhanratu, berlangsung panas dan penuh ketegangan. Forum yang digelar untuk membahas pelayanan kesehatan tersebut berujung pada penyampaian Mosi Tidak Percaya oleh BEM Nusantara Sukabumi Raya terhadap tata kelola RSUD Palabuhanratu dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjamin hak kesehatan masyarakat, Rabu 22/07/2026.

Dalam audiensi tersebut, BEM Nusantara memaparkan berbagai temuan hasil advokasi dan observasi lapangan. Mulai dari kondisi fasilitas rumah sakit yang dinilai belum layak, persoalan kebersihan, ketersediaan obat, hingga penggunaan anggaran miliaran rupiah yang dinilai belum berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Anggaran Miliaran, Pelayanan Masih Dikeluhkan

Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun BEM, RSUD Palabuhanratu mengalokasikan anggaran:
– Rp2,2 Miliar untuk jasa tenaga kebersihan
– Rp60 Juta untuk belanja alat kebersihan dan bahan pembersih
– Rp100 Juta untuk pemeliharaan gedung dan bangunan
– Rp6,3 Miliar untuk pengadaan alat kedokteran umum
– Rp3 Miliar untuk bahan habis pakai farmasi
– Rp9,6 Miliar untuk pengadaan obat-obatan dan pembayaran utang farmasi

“Namun di tengah besarnya anggaran tersebut, masyarakat masih mengeluhkan kondisi fasilitas yang kurang terawat, kebersihan rumah sakit yang menjadi sorotan, hingga pasien yang harus membeli obat di luar rumah sakit,” ujar perwakilan mahasiswa.

Ketegangan meningkat ketika BEM menilai persoalan tidak kunjung selesai meski Bupati Sukabumi telah beberapa kali melakukan sidak langsung. “Kami tidak sedang mempermasalahkan sidak. Yang kami pertanyakan adalah hasilnya. Jika setelah sidak masyarakat masih mengeluhkan persoalan yang sama, maka publik berhak bertanya, apa yang sebenarnya sudah berubah?” ujarnya.

Tuntut Evaluasi Menyeluruh Dan Ancam Aksi Besar

Dalam forum tersebut, Kadis Kesehatan sempat mengingatkan agar kritik disampaikan dengan bahasa yang lebih baik. Mahasiswa menegaskan kerasnya kritik adalah cerminan kekecewaan masyarakat.

“Jangan sibuk menilai nada bicara mahasiswa. Lihat kondisi rumah sakit yang menjadi alasan mengapa mahasiswa harus datang ke forum ini. Jangan berbicara moral kepada kami ketika masyarakat masih menunggu pembenahan yang nyata,” tegas Rahmadi L. Making, Korwil Pringan Barat BEM Nusantara.

BEM menilai RSUD Palabuhanratu merupakan rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Sukabumi Selatan. Karena itu setiap persoalan berdampak langsung pada akses pelayanan.

Atas dasar temuan tersebut, BEM Nusantara Sukabumi Raya secara resmi menyampaikan Mosi Tidak Percaya terhadap tata kelola RSUD Palabuhanratu dan meminta Pemkab Sukabumi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan.

BEM juga menyatakan akan melakukan konsolidasi bersama masyarakat Sukabumi Selatan untuk menggelar aksi besar-besaran mengawal pembenahan RSUD Palabuhanratu.

“Jika yang sehat hanya laporan anggarannya sementara pelayanan kesehatannya masih sakit, maka yang harus diperbaiki bukan kritik masyarakatnya, melainkan tata kelola pelayanannya. Kesehatan bukan ruang pencitraan. Kesehatan adalah hak rakyat,” tutupnya.

Sampai berita ini tayang, wartain.com, terus berupaya sedang melakukan komfirmasi kepada RSUD Palabuhanratu dan Dinkes Kabupaten Sukabumi, atas kritikan dari elemen mahasiswa tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.