Wartain.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada 4 September 2026. Sejak saat itu, DP3A meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada serta memperhatikan langkah-langkah perlindungan diri dan keluarga.
Kelompok Rentan Jadi Prioritas
DP3A Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya perhatian khusus kepada kelompok rentan.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, perempuan hamil, lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat lain yang membutuhkan perlindungan lebih.
DP3A juga mengajak seluruh keluarga untuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan mendapatkan pendampingan serta perlindungan selama kondisi abu vulkanik berlangsung.
Langkah Perlindungan Diri dari Abu Vulkanik
Untuk meminimalkan dampak, masyarakat diimbau melakukan beberapa hal berikut:
1. Gunakan masker saat berada di luar rumah
2. Lindungi mata dari paparan abu
3. Kurangi aktivitas di luar rumah
4. Tutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah agar abu tidak masuk
5. Lindungi sumber air dan makanan dari paparan abu
Bagi pengendara, DP3A meminta meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang.
Cara Aman Membersihkan Abu
Saat membersihkan abu vulkanik, masyarakat disarankan membasahi abu terlebih dahulu agar tidak mudah beterbangan dan terhirup.
Apabila mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas, batuk berat, nyeri dada, atau iritasi mata, segera cari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Cek Informasi dari Sumber Resmi
DP3A Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mengikuti informasi dari sumber resmi dan terpercaya. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
