Wartain.com — Pengusaha sekaligus tokoh sosial Jusuf Hamka atau dikenal dengan Babah Alun menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak swasta, TNI, dan pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah pelosok dan belum sepenuhnya terjangkau pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Hamka dalam sambutannya saat menghadiri kegiatan pembangunan kembali jembatan Leuwi Dinding Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi yang merupakan hasil kolaborasi antara pihak swasta dan TNI Angkatan Laut.
Ia mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut tidak terlepas dari rangkaian silaturahmi dan komunikasi yang kemudian berkembang menjadi sebuah kerja sama untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, berawal dari pertemuan sederhana bersama jajaran TNI Angkatan Laut, dirinya kemudian mendapatkan gagasan untuk mengembangkan kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan akses infrastruktur.
“Ini bukan semata-mata karena kita, tetapi semua ini adalah gerak dari Allah SWT,” ujarnya, Minggu (06/09/2026).
Ia menceritakan pengalamannya saat membantu pembangunan sebuah jembatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Gagasan tersebut bermula ketika dirinya melihat melalui media sosial seorang guru perempuan harus menggunakan sepeda motor trail untuk melewati jembatan kayu yang kondisinya sudah lapuk.
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi guru tersebut untuk menuju lokasi mengajar. Kondisi jalan yang berupa tanah merah dan berlumpur membuat perjalanan semakin sulit, terlebih bagi seorang perempuan yang harus melewati medan berat demi mendidik anak-anak di daerah pelosok.
Kisah tersebut membuat Jusuf Hamka tergerak untuk membantu.
“Kalau kita yang di kota, yang mampu, kok kita kalah dengan saudara-saudara kita di sana? Di mana rasa empati dan simpati kita?” katanya.
Ia kemudian mengajak pihak swasta untuk tidak hanya menunggu pemerintah bekerja sendiri. Menurutnya, ketika pemerintah belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, pihak swasta dapat mengambil peran melalui berbagai bentuk dukungan dan program sosial.
“Kalau pemerintah belum menjangkau, kita yang swasta harus mengisi. Jangan mengharapkan pemerintah berjalan sendiri. Kita harus menggandeng pemerintah,” tuturnya.
Dalam pembangunan jembatan di Jombang tersebut, Jusuf Hamka mengaku meminta timnya segera melakukan survei dan mencari solusi agar jembatan kayu yang sudah rusak dapat dibangun menjadi jembatan beton. Selain itu, akses jalan tanah menuju lokasi juga diperbaiki hingga menjadi jalan beraspal.
Ia bahkan meminta agar keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menunda pembangunan.
“Kalau CSR-nya tidak cukup, dari kantong pribadi saya,” ungkapnya.
Hasilnya, jembatan tersebut kini telah berubah menjadi jembatan beton dan jalan menuju lokasi telah diaspal. Infrastruktur itu kemudian dapat digunakan masyarakat, termasuk anak-anak untuk memperoleh akses pendidikan dengan lebih baik.
Jusuf Hamka menilai pembangunan infrastruktur di daerah terpencil memiliki arti penting karena menyangkut masa depan generasi muda.
“Anak-anak kita di sana adalah tanggung jawab kita semua. Sebagai warga negara, kita harus memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap model kolaborasi antara swasta dan TNI dalam pembangunan infrastruktur sosial dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi pihak swasta lainnya.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan sendirian. Karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Jusuf Hamka juga menyinggung berbagai upaya pemerintah dan aparat dalam menangani bencana. Ia menilai pemerintah, TNI, Polri, serta lembaga terkait telah bekerja maksimal ketika terjadi bencana di sejumlah daerah.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik ketika melihat persoalan, tetapi turut mengambil peran apabila memiliki kemampuan untuk membantu.
“Kalau tidak bisa, jangan hanya ngomong. Kalau kita bisa, kita isi,” tegasnya.
Jusuf Hamka berharap semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, TNI, dunia usaha, serta masyarakat dapat terus diperkuat. Menurutnya, pembangunan akan lebih cepat memberikan manfaat apabila seluruh pihak mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
