Wartain.com – Forum diskusi yang digagas Rumah Literasi Merah Putih kembali menjadi ruang dialog terbuka bagi, pemerintah, pelaku usaha, jurnalis dan masyarakat. Kali ini, 4 pemateri dari lintas instansi hadir untuk membahas isu hukum, pertanahan, informasi publik, hingga kelistrikan.
Kegiatan yang digagas Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri ini berlangsung di Cafe The Bumee, Jalur Lingkar Selatan, Selasa 1/9/2026. Diskusi dipandu Aam Abdul Salam, S.Ag, Sekjen PPJNA 98, Penasehat PWI dan SMSI Sukabumi Raya, serta Presidium MD KAHMI Sukabumi.
Dede Heri: Literasi Harus Menyentuh 4 Pilar Pelayanan
Dalam sambutannya, Dede Heri mengatakan forum ini sengaja menghadirkan 4 instansi strategis agar pelaku usaha mendapat informasi utuh.
“Kita ingin pelaku usaha, jurnalis dan masyarakat paham hukum, pertanahan, informasi, dan infrastruktur dasar. Empat hal ini yang paling sering jadi kendala di lapangan. Karena itu Kejari, BPN, Diskominfo dan PLN kita undang jadi pemateri,” ujar Dede Heri.
Dipandu Aam Abdul Salam, Diskusi Berjalan Interaktif
Sebagai moderator, Aam Abdul Salam, S.Ag membuka ruang tanya jawab seluas-luasnya agar setiap peserta bisa langsung berdialog dengan pemateri.
“Tujuannya biar tidak ada miskomunikasi. Kalau ada aturan baru, ada kendala listrik, atau persoalan tanah, langsung kita tanyakan di sini,” kata Aam yang juga Sekjen PPJNA 98.
4 Pemateri, 4 Isu Strategis
1. Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi
Kasi Intelijen, Fahmi Rachman, SH, MH, menjadi pemateri terkait kepastian hukum dan perizinan investasi.
“Kami mendukung investasi yang berdampak positif untuk Sukabumi. Tapi tetap kami kawal agar sesuai aturan. Jangan sampai investor kesulitan karena minim informasi,” tegas Fahmi.
Ia juga menyatakan Kejari siap memberikan penerangan hukum secara rutin.
2. BPN Kabupaten Sukabumi
Kasi BPN PHP, Anang memaparkan program transformasi layanan pertanahan untuk mendukung iklim investasi.
“BPN komit jaga investasi di Sukabumi. Layanan harus mudah dan pasti. Untuk persoalan PDSL yang belum selesai, mohon datanya disampaikan ke kami agar bisa kami cek ke lapangan,” jelas Anang.
3. Diskominfo Kabupaten Sukabumi
Kabid Sandikami, Ujang Zulkipli menekankan peran media dan keterbukaan informasi dalam pembangunan.
“Visi kita mewujudkan Sukabumi yang maju, berbudaya dan berakhlak. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kami di Diskominfo membangun kolaborasi dengan teman-teman wartawan dan jurnalis agar informasi pembangunan sampai ke masyarakat,” kata Ujang.
Ia juga mengingatkan pengaruh pemberitaan terhadap citra daerah.
4. PLN
Perwakilan PLN UIP JBT 1 MSB Perizinan & Komunikasi, Elga Bagus Sulaksmono, hadir sebagai pemateri terkait dukungan kelistrikan untuk dunia usaha dan investasi. PLN menyampaikan komitmennya dalam menjamin keandalan pasokan listrik, kemudahan penyambungan baru untuk pelaku usaha, serta program efisiensi energi bagi industri kecil dan menengah di Kabupaten Sukabumi.
“Kami siap bersinergi. Jika ada pelaku usaha yang butuh daya atau mengalami kendala kelistrikan, bisa langsung koordinasi dengan kami agar investasi tidak terhambat,” ungkap perwakilan PLN.
Harapan ke Depan
Dede Heri berharap kegiatan ini bisa jadi agenda rutin dan melahirkan solusi nyata.
“Rumah Literasi Merah Putih ingin jadi rumah bersama. Di sini pemerintah, BUMN, penegak hukum dan masyarakat duduk satu meja. Mudah-mudahan setelah ini ada percepatan pelayanan untuk Sukabumi,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi Kejari, BPN, Diskominfo dan PLN, diharapkan iklim investasi dan pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi semakin mudah, transparan, dan berdaya saing.
Diskusi semakin hangat dengan kepiawaian moderator. Aam Abdul Salam yang memandu dan mengatur lalu lintas diskusi, sehingga diskusi berjalan dengan aman, tertib dan lancar sampai acara tuntas.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
