26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 28, 2026

Latest Posts

Lutung Masuk Permukiman Warga Cisaat Sukabumi, Diduga Lepasan dari Pemeliharaan

Wartain.com || Warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dibuat heboh dengan kemunculan seekor lutung yang terlihat berkeliaran di area permukiman pada siang hari. Primata yang termasuk satwa dilindungi tersebut sempat mendekati rumah warga sebelum akhirnya menghilang ke arah areal perkebunan.

Kejadian itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar tengah hari, saat sejumlah warga tengah beraktivitas di sekitar kolam pemandian umum. Kehadiran hewan tersebut awalnya tidak langsung dikenali karena sekilas menyerupai monyet pada umumnya.

Salah seorang warga, Sigit (40), menuturkan bahwa lutung pertama kali terlihat oleh sejumlah ibu-ibu yang sedang mencuci di kolam. Teriakan spontan warga membuat suasana sekitar mendadak ramai.

“Awalnya dikira monyet biasa. Ibu-ibu yang lagi nyuci teriak karena lihat binatang mirip monyet tapi beda. Warga pada datang, setelah diperhatikan ternyata itu lutung,” ujar Sigit saat ditemui, Jumat (30/1/2026).

Menurut warga, lutung tersebut diduga turun ke kawasan permukiman untuk mencari makan, terutama karena kondisi cuaca yang memasuki musim hujan. Hewan itu bahkan sempat mendekati salah satu rumah warga yang sedang kosong.

“Kayaknya lagi cari makan. Dia sempat mau ke kantong sampah di rumah yang kosong. Tapi begitu ada warga lihat, langsung kabur. Sampai sekarang belum tertangkap,” jelasnya.

Warga Cisaat juga mengungkapkan bahwa kemunculan lutung dari arah kawasan hutan bukan kali pertama terjadi. Fenomena serupa kerap muncul pada musim penghujan.

“Kalau dugaan warga, asalnya dari arah Situ Gunung. Biasanya memang kalau musim hujan suka turun, tapi kalau kemarau hampir nggak pernah kelihatan. Informasi terakhir sekarang lutungnya ada di wilayah Cibolang Kidul, Desa Cibatu,” kata Sigit.

Pihak TNGGP Beri Penjelasan

Menanggapi laporan warga, Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Asep Suganda, menyampaikan bahwa kecil kemungkinan lutung tersebut berasal dari populasi liar yang secara alami keluar dari habitatnya.

Ia menduga primata tersebut justru merupakan hasil peliharaan atau berasal dari luar kawasan hutan yang kemudian dilepas begitu saja.

“Bisa jadi itu sebelumnya dipelihara oleh seseorang atau berasal dari tempat lain, lalu dilepaskan,” ujar Asep.

Asep menjelaskan bahwa populasi lutung di kawasan Situ Gunung justru dalam kondisi stabil dan cenderung meningkat, seiring dengan terjaganya kawasan hutan dari aktivitas perburuan.

“Ketersediaan pakan di hutan masih sangat cukup. Selain itu, lutung-lutung di Situ Gunung juga belum terbiasa berinteraksi dengan manusia, sehingga kecil kemungkinan mereka keluar sendiri ke permukiman,” terangnya.

Warga Diimbau Tidak Bertindak Sendiri
Asep menegaskan bahwa lutung merupakan satwa dilindungi yang tidak boleh ditangkap atau dipelihara. Ia meminta masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan manusia maupun hewan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap atau memelihara lutung. Itu satwa dilindungi. Banyak kasus bermula dari orang yang iseng memelihara, lalu dilepas ketika sudah tidak mampu merawatnya,” tegasnya.

Karena lokasi kemunculan lutung berada di luar kawasan kewenangan Taman Nasional, pihak Resort Situ Gunung akan melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk langkah penanganan lebih lanjut.

“Penanganan selanjutnya akan kami koordinasikan dengan BKSDA agar evakuasi bisa dilakukan sesuai prosedur,” pungkas Asep.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.