Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi mendorong perluasan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk anak putus sekolah dan penyandang disabilitas. Upaya tersebut dinilai penting agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan hal tersebut saat meninjau hasil revitalisasi SDN Citamiang 1 dalam kegiatan gelar griya sekolah, Jumat (16/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, camat, lurah, kepala sekolah, komite sekolah, serta para guru.
Ayep meminta jajaran Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah dan pemangku kepentingan lainnya lebih aktif mengidentifikasi anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan. Mereka diharapkan dapat kembali bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat memiliki akses untuk menyelesaikan pendidikan minimal hingga jenjang SMA atau sederajat.
Perhatian juga diarahkan kepada anak-anak penyandang disabilitas agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
Selain mendorong anak putus sekolah kembali belajar, Ayep menilai pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) perlu dimanfaatkan untuk membuka peluang bagi masyarakat yang belum memiliki ijazah.
Program tersebut terutama ditujukan bagi warga berusia di bawah 35 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh ijazah setara melalui jalur pendidikan kesetaraan.
“Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi persyaratan pendidikan untuk memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun sebagai pekerja migran sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Ayep menekankan bahwa peningkatan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan dan kesiapan kerja. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga bekal untuk meningkatkan taraf hidup.
Dalam kesempatan yang sama, Ayep turut mengapresiasi selesainya revitalisasi SDN Citamiang 1 yang kini memiliki fasilitas lebih representatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan atas dukungan terhadap peningkatan sarana pendidikan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa revitalisasi masih perlu dilanjutkan karena sejumlah sekolah di Kota Sukabumi, baik negeri maupun swasta pada jenjang TK, SD, dan SMP, masih membutuhkan perbaikan fasilitas.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendorong pengajuan program revitalisasi agar semakin banyak sekolah yang memiliki sarana dan prasarana memadai untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” katanya.
Melalui pemerataan akses pendidikan, penguatan pendidikan kesetaraan, dan perbaikan infrastruktur sekolah, Pemkot Sukabumi berharap semakin banyak warga dapat menyelesaikan pendidikan serta memiliki peluang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
