26.7 C
Jakarta
Selasa, Oktober 20, 2026

Latest Posts

40 Hari Mengabdi, Mahasiswa KKN Tematik Lingga Buana PGRI Sukabumi Pamit dari Desa Pawenang

Wartain.com – Suasana haru menyelimuti acara perpisahan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Lingga Buana PGRI Sukabumi yang bertempat di Aula Bale Desa Pawenang, Selasa (20/10/2026).

Ketua Kelompok I KKN Tematik, Miftahul Fajri mengungkapkan rasa syukur bercampur kesedihan dengan berakhirnya kegiatan KKN selama 40 hari di Desa Pawenang.

“Kami mewakili rekan-rekan mahasiswa peserta KKN Tematik menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Pawenang beserta seluruh warga yang telah menerima kehadiran kami selama 40 hari untuk menimba ilmu di sini,” ungkap Fajri.

Ia menjelaskan, KKN Tematik merupakan tugas akademik yang memadukan teori di bangku kuliah dengan praktik nyata di tengah masyarakat.

“Teori yang sudah dipelajari di bangku kuliah, disinergikan dengan kegiatan nyata yang ada di Desa Pawenang. Sungguh sangat luar biasa ilmu yang kami dapat. Semuanya berkat bimbingan dan mentoring Kepala Desa Pawenang dan staf serta seluruh warga,” tambahnya.

Fajri juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama melaksanakan pengabdian.

“Tidak ada gading yang tak retak dan tidak ada mawar yang tak berduri. Kami semuanya banyak sekali kekurangan dan kekhilafan. Semoga perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, tapi awal terbangunnya persaudaraan di antara kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim yang akrab disapa Aa Iing, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Zhohar Ismaya Subur mengatakan tidak ada kata perpisahan, yang ada hanya waktu dan momen yang berbeda.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan agenda akademiknya di Desa Pawenang.

“Kami melihat dan menyaksikan bagaimana kiprah dari para mahasiswa yang melaksanakan KKN nya di Desa Pawenang sangat positif. Baik sosialisasi dengan warga, memberikan hal-hal yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan, semuanya tidak ada yang negatif,” kata Aa Iing.

Aa Iing menyebut kondisi objektif Desa Pawenang disampaikan apa adanya kepada mahasiswa, baik secara faktual maupun data tertulis, tanpa ditutup-tutupi.

“Kondisi objektif Desa Pawenang seperti ini. Kami tidak akan menutup-nutupi kekurangan atau melebihkan yang unggulnya. Kami sampaikan apa adanya. Potensi SDM maupun SDA ya seperti inilah Desa Pawenang,” sebutnya.

Di akhir sambutannya, Aa Iing juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh masyarakat Desa Pawenang.

“Tentunya kami mewakili seluruh masyarakat Desa Pawenang memohon maaf apabila selama menimba ilmu di sini banyak sekali kekurangannya. Ambil yang baik dan buang yang jauh hal-hal jelek yang ditemukan di desa kami. Semoga ilmu yang didapat di desa kami menjadi bekal buat menambah khazanah pengetahuan untuk kebaikan di masa yang akan datang,” pungkas Aa Iing.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.