Wartain com, Sukabumi || Hari ini, warga Kp. Pangleseran RT 03 RW 05, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, dihebohkan dengan adanya kejadian kebakaran yang menimpa dua warga, Sabtu 02/09/2023, sekitar pukul 10.30.
Diketahui, rumah yang hangus terbakar itu adalah milik Parma (79) dengan kondisi rusak berat, dan rumah milik Ade (52) dengan kondisi rusak ringan.
Kebakaran tersebut diduga akibat adanya koresleting listrik, dari rumah Parma, api terus berkobar dan hampir membakar rumah Ade yang posisinya sangat berdekatan.
Untuk menangani kejadian itu, Pemdes Sirnaresmi bekerja sama dengan unsur Babinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Damkar Unit Cikembar, Tagana, P2BK, TKSK dan dibantu oleh masyarakat sekitar, bahu membahu untuk memadamkam api, supaya tidak merambah ke rumah penduduk yang lain.
Proses pemadaman sendiri agak sedikit terkendala akibat TKP harus masuk gang kecil. Upaya Damkar yang dibantu beberapa unsur, akhirnya api dapat dipadamkan selang beberapa lama.
Dihubungi via telepon, Kasi Trantibum Kecamatan Gunungguruh, Supran Hidayat, S.IP, membenarkan adanya kejadian kebakaran yang ada di wilayahnya.

“Benar tadi siang telah terjadi kebakaran dua rumah, yang satu rusak berat dan yang satu lagi rusak ringan, hanya imbas dari kobaran api dari rumah yang sebelah saja,” katanya.
Setelah mendapat laporan, pihak Muspika, Tagana dan unsur lainnya,.meminta Damkar unit terdekat (Cikembar-red), untuk mengrimkan petugas pemadam kebakaran.
“Alhamdulilah, berkat kerjasama berbagai pihak, dibantu warga sekitar, akhirnya api dapat dipadamkan, walaupun agak sedikit kesulitan, karena padatnya pemukiman warga,” tambahnya.
Menurut laporan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Taksiran kerugian diperkirakan sekitar 50 juta. Untuk memberikan rasa nyaman, korban untuk sementara diungsikan ketempat yang lebih aman, yaitu ke rumah saudaranya.
Kebutuhan yang sangat mendesak bagi keperluan korban, diantaranya; makanan siap saji, pakaian, dan material bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak.
“Untuk mengantisipasi kejadian serupa, masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati, terutama pada musim kemarau seperti ini, setiap sambungan listrik dan alat-alat listrik lainnya, apabila sedang tidak digunakan, sebaiknya di matikan atau dicabut,” Pungkas Supran mengakhiri sesi wawancara.***
Sumber/Foto : P2BK Gunungguruh/Ade Suparman
Editor : Aab Abdul Malik
(SRM)
