Wartain.com || Geram dengan belum tuntasnya kasus penculikan beberapa aktivis, sejumlah aktivis ’98 menggelar diskusi dan pernyataan sikap bertajuk ’Prabowo Subianto Terlibat Penculikan Aktivis 97/98’, bertempat di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis 28/12/2023.
Gelaran tersebut di hadiri oleh para Aktivis 98 diantaranya; Benny Ramdhani, Petrus Hariyanto, S Indro Tjahyono (Aktivis 77/78) dan orang tua korban penculikan Aktivis 98 Paian Siahaan.
Dalam pres konferens, Benny Ramdhani Aktivis 98 dan Anak seorang prajurit mengatakan, hampir 26 tahun reformasi dimana anak tidak bisa melihat bapaknya, istri tidak bisa melihat suaminya.
Karena mereka tidak bisa melihat 13 kuburan orang tuanya, semua itu karena kekejaman dan penculikan yang terjadi pada Aktivis ’98 pada masa itu yang dilakukan oleh Prabowo.
Saat ini pemerintah belum tuntas menyelesaikan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Prabowo, yang sudah jelas telah melanggar dewan kehormatan perwira.
Diketahui, hasil keputusan dewan kehormatan perwira dikatakan, ada 9 poin yang sudah jelas bahwa Prabowo Subianto sudah melanggar sumpah prajurit yang selama ini telah dia ucapkan.
“Bahkan ironisnya seorang pelanggar HAM yaitu Prabowo Subianto bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden yang akan memimpin bangsa ini,” kata Benny.
“Apabila nantinya Prabowo terpilih, akan ada 3 (tiga) ancaman untuk bangsa ini yaitu ancaman demokrasi, ancaman hak asasi manusia, dan ancaman serius bagi hubungan internasional,” tambahnya.
Benny menjelaskan, orang yang melakukan tindak penculikan dan melakukan pelanggaran HAM seperti Prabowo, bisa diberikan mandat untuk memimpin negara ini.
“Saya sebagai anak prajurit kecewa dengan 3 Jendral yang mendukung seorang pelanggar HAM untuk memimpin negara ini,” tegasnya.
3 (tiga) Jendral tersebut yang gabung kepada Prabowo yaitu Wiranto, Agung Gumelar dan Susilo Bambang Yudoyono yang dahulu mengatakan, “dia lawan kami” tetapi sekarang mengatakan Prabowo sebagai pemimpin masa depan.
“Saya Benny Ramdhani sebagai anak prajurit barisan Sudirman berharap kepada Jendral-jendral tersebut, untuk tidak bergabung dalam kontestasi pada pemilu tahun ini,” pungkas Benny.
Senada, Paian Siahaan ayah dari Ucok Munandar Siahaan, mengeluhkan hal yang sama. Sebagai bapak dari seorang aktivis ’98, yang menjadi korban penculikan, merasa kecewa terhadap apa yang dilakukan oleh pelakunya.
“Pak Prabowo tolong beritahu, dimana keberadaan anak saya? Karena sampai sekarang anak saya masih tercatat dalam kartu keluarga, kalau sudah jelas nasibnya, biar anak saya dicoret dari kartu keluarga kami,” ungkapnya singkat.***
Foto : Istimewa/Boeher
Editor : Aab Abdul Malik
(Redaksi)
