Wartain.com, Sukabumi || Adanya insiden yang kurang mengenakan antara wartawan dengan anggota DPR RI Fraksi PDIP dr. Ribka Tjiptaning menjadi sorotan berbagai pihak.
Salahsatunya datang dari Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi Yudi Suryadikrama, yang mengklarifikasi kesalahpahaman antara para wartawan yang meliput acara Pelatihan Badan Riset dan Informasi Nasional (BRIN) dengan narasumber kegiatan yaitu dr.Ribka Tjiptaning Proletaryati, Rabu 24/01/2024.
“Adapun dasarnya, saya sebagai Ketua DPC memohon permohonan maap kepada para jurnalis, sejatinya kami sudah menjalin hubungan lama dengan jurnalis dan Mbak Ning juga sangat welcome. Itu bukan acara reses tapi acara dengan kemitraannya. Adapun kata-kata dari beliaupun tidak memberikan statemen harus keluar, tapi memang gayanya bak Ning begitu, kalau wartawan yang sudah dekat pasti hapal. Sekali lagi kami mohon maaf,” ucap Yudi saat ditemui di Kantor DPC PDIP Kabupaten Sukabumi.
Diketahui, klarifikasi yang disampaikan ketua DPC PDIP Kabuapten Sukabumi tersebut terkait sedikit insiden antara beberapa jurnalis dengan Mbak Ning (sapaan akrab dr. Ribka Tjiptaning-red) pada saat acara Pelatihan Leadership dan Manajemen Organisasi oleh BRIN, yang berlangsung di Wisma Delima, Parungkuda, Rabu 24/01/2024.
Ia menambahkan, anggota DPR RI Ribka Tjiptaning tersebut menurut pandangannya, memang memiliki magnet tinggi dan banyak diburu oleh wartawan.
“Kami juga paham, dalam kapasitas magnet tinggi seperti bak Ning ini diburu oleh temen-temen wartawan.Terimakaksih, tandanya cinta temen-temen kepada kami. Pada prinsipnya, kami ingin menjalin kerjasama untuk menjaga stabilitas politik di Kabupaten Sukabumi. Sekali lagi kami mohon maaf atas kesalahpahamannya,” tandas Yudi.
Kejadian bermula saat panitia kegiatan yang secara tidak sengaja dan kurang memahami jadwal jalannya kegiatan menyampaikan pada para wartawan yang berkumpul untuk mengisi daftar hadir dan langsung masuk bersama-sama ke ruangan.
Masih disampaikan Yudi, hal tersebut memicu Ribka yang sedang memulai berbicara dan mengisi materi menjadi bertanya-tanya “ada apa puluhan wartawan serentak masuk,”.
“Mbak Ning yang biasanya sangat welcome dengan rekan-rekan awak media secara manusia kaget, disitu terlontar kalimat yang mungkin membuat rekan-rekan jurnalis tidak berkenan. Namun alhamdulillaah, saudara kita para jurnalis yang tadi meliput berkumpul disini dan saya mewakili mbak Ning meminta maaf serta sudah islah,” tutup Yudi.
Pada tayangan video yang beredar dikalangan wartawan, saat memberikan materi pelatihan anggota Komisi VII DPR RI itu menyampaikan, dengan kedatangan wartawan yang begitu banyak itu dirinya merasa terintimidasi, hingga beberapa kali melontarkan pertanyaan siapa yang menyuruh wartawan datang.
“Jadi, ini sudah bentuk intimidasi, kalian datang ram-rame gini sudah intimidasi, siapa yang nyuruh kalian ? Siapa yang nyuruh kalian ? Wartawan lu kan gak diundang, ini gak normal. Ini bentuk intimidasi buat saya,” ucap Ribka dalam potongan vidio tersebut.
Salah satu wartawan yang turut hadir berinisial Y dan L yang hadir meliput membenarkan adanya insiden tersebut.
“Setelah insiden itu, panitia menyuruh wartawan untuk keluar ruangan. Tindakan tersebut membuat sejumlah wartawan tidak terima, karena menurut mereka kedatangannya semata untuk melaksanakan tugas jurnalistik yaitu mencari informasi yang bisa disampaikan ke publik,” tuturnya.
Sempat terjadi perdebatan sengit diluar ruangan antara wartawan, panitia kegiatan dan Panwaslu Kecamatan Parungkuda.
“Alhamdulillah sekarang sudah islah dan saling mengerti,” tutupnya.***
Foto : A. Jazuli
Editor : Aab Abdul Malik
(SRM)