Wartain.com – Sejumlah petani dan buruh tani perwakilan dari beberapa kelompok tani termasuk beberapa ketua RT dan Ketua RW dari Dusun Cigasong dan Dusun Karangcingkrang di wilayah Desa Mekarmulya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan sosialisasi pertanian dan uji laboratorium tanah yang dilaksanakan pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi petani untuk mengetahui kondisi tanah sawah maupun kebun sebelum menentukan kebutuhan pemupukan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah milik Adang Selaku Ketua RT setempat tersebut menghadirkan sosialisasi dari Pupuk Indonesia. Petani juga diberikan kesempatan membawa sampel tanah dari lahan masing-masing untuk dilakukan pengujian.
Peri Heryanto, S.Ip., atau yang akrab disapa Ang Ape, selaku penggagas Kampung Kawung sekaligus penggerak masyarakat, turut mendorong agar petani mulai memahami kondisi tanah sebagai bagian penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Menurutnya, pengelolaan pertanian tidak hanya berbicara mengenai pupuk dan hasil panen, tetapi juga bagaimana petani memahami kondisi lahan yang dikelolanya.
“Petani perlu mengetahui kondisi tanahnya. Dengan mengetahui karakter dan kebutuhan tanah, pemupukan dapat dilakukan secara lebih tepat dan tidak sekadar berdasarkan kebiasaan,” ujar Peri Heryanto, Jumat (2/10/2026)
Ia menilai kegiatan seperti uji tanah memiliki manfaat bagi petani padi maupun petani aren karena dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan lahan secara lebih terukur.
Dalam kegiatan tersebut, petani yang ingin melakukan pengujian diminta membawa sampel tanah kurang lebih segenggam. Sampel diambil dari bagian bawah permukaan tanah, sekitar sejengkal dari permukaan, dan dianjurkan berasal dari beberapa titik lahan agar dapat memberikan gambaran kondisi tanah yang lebih representatif.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Ade Ismail, salah seorang petani padi dan aren. Menurutnya, informasi mengenai kondisi tanah penting bagi petani karena selama ini pemupukan masih sering dilakukan berdasarkan pengalaman dan kebiasaan.
Hal senada disampaikan Mahri, petani yang juga mengelola tanaman padi dan aren. Ia mengapresiasi adanya kegiatan yang memberikan kesempatan kepada petani untuk mengenal kondisi tanah secara lebih mendalam.
Menurut Mahri, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan petani di lahan.
Bagi Peri Heryanto, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Kampung Kawung yang tidak hanya berbicara mengenai pengembangan komoditas aren, tetapi juga mendorong penguatan pengetahuan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Pertanian yang maju berawal dari petani yang mau belajar. Tanah adalah tempat kita menggantungkan kehidupan, sehingga harus kita kenali, rawat, dan kelola dengan baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan edukasi dan pengujian tanah dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi lahan masyarakat.
Petani sejahtera, pertanian maju, dan tanah tetap terjaga.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Biro Ciamis)
