Wartain.com || Upaya Benfica untuk menurunkan penyerang sayap andalannya, Gianluca Prestianni, dalam laga krusial leg kedua, untuk memperebutkan tiket 16 Besar Liga Champions melawan Real Madrid Di Santiago Bernabeu pada Kamis (26/2/2026) dinihari nanti. UEFA secara resmi menolak banding klub asal Portugal tersebut dan tetap memberlakukan skorsing sementara terhadap sang pemain terkait dugaan tindakan rasisme.
Kepastian ini dikonfirmasi melalui laporan, Fabrizio Romano, pada Rabu (25/2/2026). Meskipun Prestianni terlihat ikut terbang ke Madrid, UEFA menegaskan bahwa status hukum pemain asal Argentina tersebut tetap tidak berubah.
“UEFA telah menolak banding tersebut karena Prestianni tetap tidak akan bermain malam ini. Benfica meminta agar Prestianni tetap tersedia meskipun sedang menjalani skorsing sementara, itulah sebabnya dia berada di Madrid. UEFA memberi tahu Benfica hari ini bahwa Prestianni tidak boleh bermain dan dia tetap diskors,” tulis Romano melalui laman Instagram pribadinya.
Kasus ini berawal dari insiden di leg pertama yang digelar di Stadion Da Luz pada Rabu (18/2/2026). Prestianni diduga melakukan pelecehan rasis terhadap salah satu pemain bertahan Real Madrid Vini JR di tengah tensi tinggi pertandingan. Berdasarkan bukti rekaman lapangan dan laporan wasit, UEFA langsung melakukan investigasi mendalam dan menjatuhkan sanksi larangan bertanding sementara selama proses penyelidikan berlangsung.
Kehilangan Prestianni menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Jose Mourinho. Pasalnya, pemain berusia 20 tahun itu merupakan motor serangan utama As Aguias yang diharapkan mampu mengejar ketertinggalan agregat di Santiago Bernabeu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Real Madrid belum memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai keputusan UEFA tersebut. Fokus skuat asuhan Alvaro Arbeloa tetap tertuju pada laga dini hari nanti untuk memastikan tiket ke babak selanjutnya. Sementara itu, Prestianni diprediksi hanya akan menyaksikan rekan-rekannya dari tribun penonton.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Sule)
