Wartain.com – Kabupaten Sukabumi dilanda ratusan bencana hidrometeorologi sepanjang Mei 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat total 165 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah akibat cuaca ekstrem yang masih melanda.
Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan tingginya intensitas hujan disertai angin kencang menjadi pemicu utama meningkatnya kejadian bencana selama sebulan terakhir.
“Hingga Mei kondisi cuaca masih cukup ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang. Dari hasil rekapitulasi, terdapat 165 kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi,” ujar Daeng, Minggu (31/5/2026).
Dari total kejadian tersebut, bencana tanah longsor menjadi yang paling dominan dengan 104 kejadian. Selain itu tercatat 32 kejadian cuaca ekstrem, 24 banjir, empat pergerakan tanah, serta satu kejadian banjir bandang.
Rangkaian bencana itu menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. BPBD mencatat sebanyak 21 rumah rusak ringan, 19 rumah rusak sedang, dan 15 rumah rusak berat. Selain itu terdapat 54 rumah berada dalam kondisi terancam dan 475 rumah lainnya sempat terendam banjir.
Tak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur juga terdampak. Kerusakan tercatat terjadi di 64 titik jalan, lima jembatan, 11 saluran air, tiga fasilitas kesehatan, serta delapan fasilitas pendidikan.
“Dari seluruh kejadian bencana, dua orang mengalami luka-luka dan sebanyak 70 kepala keluarga atau 169 jiwa terpaksa mengungsi,” jelasnya.
Meski memasuki masa peralihan musim, BPBD Kabupaten Sukabumi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Daeng menegaskan seluruh personel BPBD, termasuk Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat apabila terjadi bencana.
“Dalam kondisi cuaca apa pun kami harus tetap siap siaga karena potensi bencana masih ada,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
