Wartain.com — Mengenalkan keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak tidak harus dilakukan dengan cara yang kaku. Pendekatan edukatif dan interaktif justru menjadi pilihan Satlantas Polres Sukabumi Kota untuk menanamkan kebiasaan tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang diikuti 20 anak dari Kober Nur Fauziah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Satpas SIM Satlantas Polres Sukabumi Kota itu dikemas dengan permainan dan interaksi langsung. Anak-anak diajak mengenal tugas kepolisian sekaligus mempelajari berbagai aturan dasar keselamatan di jalan.
Sejumlah materi diberikan, mulai dari pengenalan rambu lalu lintas, gerakan petugas saat mengatur kendaraan hingga cara menyeberang jalan yang aman.
Anak-anak juga mendapat praktik mengenai penggunaan helm berstandar SNI. Petugas memperagakan cara mengenakan helm dengan benar, termasuk memastikan tali pengaman terpasang dan terkunci ketika berboncengan sepeda motor.
Selain itu, polisi memberikan pemahaman mengenai keselamatan dalam penggunaan kendaraan di jalan, termasuk mengingatkan anak-anak mengenai larangan penggunaan sepeda listrik.
Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota AKP Ridwan Sandhi Maulana mengatakan, pengenalan aturan lalu lintas sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku keselamatan anak.
“Kami ingin anak-anak mengenal keselamatan lalu lintas dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, pemahaman ini tertanam sejak dini dan mereka bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun sekolah,” ujar Ridwan.
Menurutnya, pendekatan melalui Polsanak tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan. Interaksi antara polisi dan anak juga diharapkan dapat membangun kesan positif sehingga anak tidak melihat polisi hanya sebagai sosok yang bertugas menindak pelanggaran.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Sukabumi Kota juga ingin mendorong anak-anak membawa pesan keselamatan lalu lintas ke lingkungan keluarga dan sekolah.
Ridwan berharap kebiasaan sederhana seperti menggunakan helm dengan benar, mengenali rambu, menyeberang di tempat yang aman serta menaati aturan dapat menjadi bagian dari keseharian anak.
Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kepolisian menargetkan kesadaran tertib lalu lintas dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan sekolah sebelum anak nantinya menjadi pengguna jalan secara mandiri.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
