Wartain.com, Jakarta || Cuaca ekstrem menerjang sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada pekan pertama 2024. Simak penyebabnya.
Salah satu cuaca ekstrem yang tercatat adalah angin puting beliung di Tangerang Selatan dan sekitarnya. Selain itu, banjir dan longsor juga menerjang Tangsel pada dua hari kemarinĀ Minggu 07/01/2024.
Pemerintah Kota Tangsel mencatat akibat hujan deras sedikitnya 14 titik di tiga kecamatan terendam banjir. Dari jumlah itu, total 1.330 KK terdampak, dan 75 KK di antaranya sempat mengungsi.
Selain di Tangsel, sejumlah wilayah di Jakarta juga terendam banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Angin kencang juga sempat membuat sejumlah pohon tumbang di beberapa titik di Jakarta.
Lalu, apa penyebab cuaca ekstrem yang berlangsung di sejumlah wilayah Jabodetabek selama sepekan terakhir?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa berdasarkan analisis terkini ada sejumlah faktor, khususnya dinamika atmosfer yang menyebabkan cuaca ekstrem melanda wilayah Jabodetabek.
Pertama, monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia, sehingga pertumbuhan awan hujan di periode Januari ini diprediksikan cukup intens.
Kedua, aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sudah mulai memasuki wilayah Indonesia dan dalam sepekan ke depan secara tidak langsung dapat memicu peningkatan potensi hujan sedang-lebat di beberapa wilayah.
Ketiga, kondisi tersebut diperkuat dengan aktivitas gelombang Rossby di wilayah Indonesia bagian barat dan cukup bertahan hingga lima hari ke depan.
Keempat, faktor dinamika lain yang turut memperkuat potensi tersebut adalah terbentuknya pola pertemuan angin dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
“Dengan memperhatikan kondisi dinamika atmosfer di atas, maka untuk sepekan ke depan (3-10 Januari 2024) perlu diwaspadai potensi hujan intensitas hingga lebat di sebagian wilayah,” tulis BMKG dalam laman resminya.
Khusus di Jabodetabek, BMKG mengungkap bahwa hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi mulai siang hingga malam hari hingga 10 Januari. Berikut daftar wilayahnya:
– Jakarta Timur
– Jakarta Selatan
– Depok
– Kabupaten Bogor
– Kota Bogor
– Tangerang Selatan
– Kabupaten Tangerang bagian selatan
– Kabupaten Bekasi bagian selatan
Sementara, pada malam hingga dini hari, perlu diwaspadai potensi hujan lebat di sebagian wilayah berikut:
– Kepulauan Seribu
– Jakarta Utara
– Jakarta Pusat
– Jakarta Timur bagian utara
– Kabupaten Bekasi bagian utara
– Kabupaten Tangerang bagian utara
BMKG juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat dan instansi terkait tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang hingga sepekan ke depan.
“Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang,” demikian tulis BMKG.***
Foto : NU Online
Editor : Aab Abdul Malik
(Redaksi)