Wartain.com, Sukabumi || Pelaku usaha kecil menengah (UKM) industri udang kering di Sukabumi, Jawa Barat, tengah menikmati keuntungan dari dampak musim kemarau yang membuat sorotan sinar matahari sangat baik untuk memproduksi ebi.
Seperti halnya Eman Sulaeman (42) warga asal Kampung Kebon Jeruk RT 03 RW 10, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini yang mendapat keuntungan kala musim kemarau datang.

Berdiri sejak tahun 2000, saat ini dirinya memproduksi dua jenis ebi, yakni ebi kering dan ebi daging. Terlebih untuk memproduksi ebi daging, menurut Eman perlu adanya sinar matahari yang menyengat, agar nantinya hasil ebi benar- benar kering.
Kepada Wartain.com dirinya mengaku dalam sekali produksi mampu menghabiskan sekitar 1 kwintal udang dan setelah dilakukan penjemuran akan menyusut menjadi 50kg udang kering murni. Setelah kering barulah dirinya memisahkan antara daging dan kulit.
“Proses menjadi ebi daging begitu rumit dimulai dari penjemuran harus benar- benar kering yang memakan waktu kurang lebih 20-30 tergantung kondisi panasnya cuaca. Setelah di jemur akan masuk proses penggebotan untuk memisahkan kulit, kepala dengan daging nya. Harga jual perkilo gram ebi kering kulit itu Rp.70 ribu dan ebi daging Rp.120 ribu,” kata Eman.
Dari hasil produksi tersebut dirinya dapat meraup omset berkisar antara 40-50 juta perbulannya, dengan memasarkan produknya ke rumah makan, pasar induk, bahkan ke supermarket.
Saat ini dirinya ingin mengembangkan usahanya, tapi terkendala masalah modal dan tingginya daya saing.

“Saat ini kendala terkait permodalan, karena ingin mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Selain itu udang kering biasa di beli lewat nelayan di pulau jawa ataupun luar pulau jawa,” tuturnya.
Dirinya berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait usahanya, khususnya untuk pemasaran.
“Harapan terkait pemerintah, supaya dapat memperhatikan pengusaha pengusaha kecil karena butuh sekali link pemasaran dan juga lebih membutuhkan perhatian dan fasilitas terkait usaha ini. Karena sebetul nya ini bisa menjadikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat,” harapnya.***
Foto: Wartain.com/Raika Putra Damara
Reporter: Ruswandi
Editor: Raka A. Firmansyah
