Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, daei Fraksi Partai Golkar, Rika Yulistina, menyampaikan pesan khusus tentang kesetaraan gender dan perlindungan anak dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026.
Menurut Rika, makna kesaktian Pancasila tidak hanya soal menjaga ideologi negara, tetapi juga memastikan nilai-nilai Pancasila hadir dalam perlindungan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.
“Pancasila itu sakti ketika ia mampu melindungi semua warga negara tanpa diskriminasi. Sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan Sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, adalah dasar kuat untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan hak anak,” ujar Rika Yulistina, Rabu (1/10).
Ia menilai, di era demokrasi, perempuan harus mendapatkan ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Tidak boleh ada lagi pembatasan peran perempuan hanya karena stereotip gender. Demokrasi Pancasila harusnya menjadi demokrasi yang inklusif.
“Jika kita bicara menjaga keutuhan NKRI, maka kita harus menjaga setengah populasi bangsa ini, yaitu perempuan. Beri mereka akses pendidikan, ekonomi, dan politik yang adil. Itulah pengamalan Pancasila yang nyata,” tegasnya.
Selain itu, Rika juga menyoroti pentingnya perlindungan anak sebagai generasi penerus Pancasila. Ia prihatin masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak, pernikahan dini, dan anak putus sekolah di Kabupaten Sukabumi.
“Anak-anak adalah pewaris Pancasila. Bagaimana Pancasila bisa sakti di masa depan jika anak-anak kita tidak terlindungi hari ini? Negara harus hadir memastikan hak hidup, hak tumbuh kembang, dan hak perlindungan anak terpenuhi,” katanya.
Rika mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, keluarga, hingga media, untuk bersama-sama mengisi Hari Kesaktian Pancasila dengan gerakan nyata mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Peringatan 1 Oktober jangan hanya upacara. Mari kita isi dengan aksi: sosialisasi anti-bullying di sekolah, edukasi kesehatan reproduksi, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan memperkuat Pusat Pelayanan Terpadu,” pungkasnya.
Ia berharap, dengan menjunjung tinggi kesetaraan gender dan perlindungan anak, Pancasila akan semakin sakti dan relevan sebagai pedoman hidup bangsa di alam demokrasi.***
Editor: Aab Abdul Malik
(DH)
