Wartain.com || Semen Padang FC berhasil mencuri poin penuh dalam laga tandang krusial melawan PSBS Biak pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026) malam, tim berjuluk Kabau Sirah menang meyakinkan dengan skor 2-0.
Kemenangan ini menjadi debut manis bagi pelatih baru, Imran Nahumarury, yang ditunjuk manajemen hanya empat hari setelah pemecatan Dejan Antonic. Pergantian nakhoda ini terbukti memberikan dampak psikologis signifikan bagi skuad yang sebelumnya terpuruk di dasar klasemen.
Meski PSBS Biak mendominasi penguasaan bola sebesar 53%, efektivitas serangan justru menjadi milik Semen Padang. Gol pembuka lahir pada menit ke-70 melalui sontekan striker asing mereka, Guillermo. Pemain asal Brasil tersebut kemudian mengunci kemenangan melalui gol keduanya ( brace ) pada masa injury time (90+4′).
Secara statistik, Semen Padang tampil lebih mengancam dengan melepaskan 15 tembakan (6 tepat sasaran), berbanding 11 tembakan (4 tepat sasaran) milik PSBS Biak. Tim tamu juga mencatatkan 10 kreasi peluang, dua kali lipat lebih banyak dari tim tuan rumah yang hanya mengemas 5 peluang.
Kemenangan ini bukan sekadar faktor keberuntungan. Analisis data menunjukkan kedisiplinan tinggi di lini pertahanan Semen Padang. Mereka tercatat melakukan:
20 Tekel (Unggul dari PSBS dengan 14 tekel).
23 Sapuan (Clearances) untuk mematahkan serangan lawan.
30 Intersep, jumlah yang sama kuat dengan lawan, menunjukkan pembacaan bola yang baik dari lini tengah.
Walaupun kalah dalam jumlah operan (325 berbanding 366), akurasi operan kedua tim identik di angka 83%. Hal ini menunjukkan Semen Padang bermain lebih direct dan efisien dalam memanfaatkan transisi positif.
“Kemenangan ini adalah buah kerja keras pemain yang ingin bangkit setelah periode sulit. Pergantian pelatih memberikan energi baru, namun perjalanan keluar dari zona degradasi masih panjang,” ujar salah satu ofisial tim usai laga.
Tambahan tiga poin ini sangat berarti bagi Semen Padang untuk merangkak naik dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara bagi PSBS Biak, kekalahan ini memperpanjang tren negatif mereka di putaran kedua musim ini.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
