Wartain.com || Madrasah Ibtidaiyyah (MI) MWB PUI Attadliriyyah merupakan sekolah formal yang setara dengan Sekolah Dasar (SD).
Beralamat di Jalan Raya Cisaat, Kabupaten Sukabumi. MI MWB PUI terus berkiprah dalam mendidik dan mengembangkan ajaran Islam semenjak dini.
Berdiri sejak tahun 1935 dengan nama SRI, kemudian bermetamorfosa menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun 1960 dan mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama (Depag dulu-red) pada tahun 1981, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam PUI Attadliriyyah.
Kiprahnya dalam mencerdaskan anak bangsa, MI MWB sudah meluluskan ribuan siswa dan melahirkan tokoh-tokoh baik yang berkiprah di dalam maupun di luar Kabupaten Sukabumi.
Menurut data, pada tahun pelajaran 2023-2024, MI MWB memiliki jumlah siswa sebanyak 970 orang, yang terbagi kedalam 30 rombel.
Dengan memiliki tenaga pendidik dan non kependidikan sebanyak 50, MI MWB terus berupaya untuk mendidik siswanya, sesuai dengan amanat yang di berikan orang tua siswa kepada madrasah.

Hal ini dibuktikan dengan ketercukupan nya jumlah pengajar yang sudah memiliki kualifikasi guru dengan rata-rata S1 dan S2. 3 orang PNS dan 24 orang sudah tersertifikasi guru, menjadi jaminan bahwa MI MWB sangat serius dalam mengelola pendidikan.
Salahsatu bukti nyata dari kiprah MI MWB dalam mencetak kader-kader bangsa adalah, dengan banyaknya raihan prestasi siswa, baik tingkat KKMI, tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi.
Prestasi yang ditorehkan siswa MI MWB sudah tidak terhitung, baik prestasi akademik maupun non akademik.
Ditemui wartain.com di kantornya, Kepala MI MWB PUI, D. Ahmadinata, S.Pd.I mengungkapkan, kunci kesuksesan dalam mengelola madrasah adalah selalu mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kuncinya adalah pertahankan kepercayaan yang diberikan masyarakat (orangtua-red), karena ini amanah besar untuk mendidik putra putrinya,” ungkap Kepala Madrasah yang sudah menjabat selama 20 tahun dan menjadi guru dari tahun 1986 ini, Senin 13/05/2024.
Ia juga menambahkan, selain kepercayaan juga adalah keberkahan ilmu dari guru-guru serta doa mulia dari para kiyai.

“Maju dan berkembangnya madrasah ini adalah keberkahan dan doa dari para guru dan sesepuh, sehingga dari awal berdiri sampai sekarang terus berkembang,” tambahnya.
Selain itu, kemajuan yang diraih oleh MI MWB adalah berkat dari adanya partisipasi orang tua/wali murid dalam hal pembiayaan madrasah.
“Kami selalu ajak orang tua/wali murid untuk berpartisipasi dalam berbagai hal termasuk masalah pembiayaan. Walaupun siswa MI MWB dapat suntikan BOS, tapi para orangtua tetap berinfak sesuai dengan kemampuannya,” lanjutnya.
Dede berharap, kedepan MI MWB terus bisa mempertahankan kiprahnya dalam mewujudkan visi misi madrasah, terutama dalam mencetak siswa yang bisa membanggakan orangtuanya.
“Kami berharap madrasah ini terus berkembang dan lebih maju lagi, agar kedepan lahir anak-anak bangsa generasi emas yang berakhlak mulia, berilmu, terampil dan religius,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan, MI MWB selain mendidik siswanya dengan struktur kurikuler juga dengan memberikan materi ekstrakurikuler. Seperti, Pramuka, Silat, Karate, marawis dan Tahfidz. Bahkan untuk Tahfidz siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan hafalan sebanyak 1 Juz, yaitu juz ke 30, ketika mau lulus di kelas 6.***
Foto : wartain.com/Aab
Reporter/Editor : Aab Abdul Malik
