Wartain.com – Suasana Hari Raya Idul Adha di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi, menghadirkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Jika proses penyembelihan hewan kurban identik dilakukan oleh kalangan orang tua, di pesantren ini justru para santri muda dari generasi Z mengambil peran utama sebagai penyembelih hewan kurban.
Para santri tidak hanya dilibatkan dalam proses pembagian daging atau persiapan kegiatan, tetapi juga dipercaya langsung menjadi eksekutor penyembelihan sapi dan domba. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus regenerasi agar anak muda memiliki kemampuan memimpin kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Salah seorang santri sekaligus alumni Ponpes Dzikir Al-Fath asal Bogor, Muhammad Fahrudin (27), mengaku pengalaman pertama menyembelih hewan kurban menjadi momen yang paling menegangkan baginya. Meski kini sudah terbiasa, rasa gugup menurutnya tetap muncul setiap kali menjalankan tugas tersebut.
“Pertama kali tentu deg-degan karena belum pernah. Tapi lama-lama terbiasa. Sampai sekarang rasa gugup masih ada, hanya saja sudah lebih bisa dikendalikan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Dalam proses pelatihan, para santri muda tidak hanya diajarkan teknik penyembelihan yang benar, tetapi juga pemahaman mengenai syariat dan etika dalam memperlakukan hewan kurban.
Menurut Fahrudin, salah satu hal yang paling ditekankan oleh para pembimbing di pondok adalah bagaimana memuliakan hewan dan memastikan proses penyembelihan dilakukan tanpa menyakiti secara berlebihan.

“Ketika menyembelih, kita diajarkan agar tidak menyakiti hewan. Adab dan etika harus dijaga supaya hewan tidak stres ataupun diperlakukan kasar,” katanya.
Keterlibatan generasi muda dalam proses penyembelihan hewan kurban juga menjadi upaya pondok pesantren untuk membentuk karakter dan mematahkan stigma negatif terhadap Gen Z yang kerap dianggap kurang siap terjun di masyarakat.
Melalui praktik langsung, para santri dibekali ilmu-ilmu fardu kifayah seperti pengurusan jenazah hingga penyembelihan hewan kurban agar nantinya mampu menjadi penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau generasi muda tidak belajar dari sekarang, lalu siapa yang akan meneruskan peran para ulama dan tokoh masyarakat nanti,” ungkap Fahrudin.
Pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, Ponpes Dzikir Al-Fath menangani total 28 hewan kurban yang terdiri dari 6 ekor sapi dan 22 ekor domba. Banyaknya hewan kurban tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk belajar langsung di lapangan.
Fahrudin sendiri mengaku mendapat tugas menyembelih beberapa ekor domba bersama tim penyembelih muda lainnya.
“Alhamdulillah tahun ini di pondok ada 28 hewan kurban. Untuk saya pribadi hari ini mendapat bagian menyembelih empat ekor hewan kurban bersama teman-teman yang lain,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
