Wartain.com || Israel dan Hamas memulai gencatan senjata di Gaza selama empat hari pada Jumat 24/11/2023. Gencatan senjata akan diikuti pelepasan 14 warga Israel sandera Hamas.
Aksi penghentian peperangan dilakukan mulai pukul 07.00 di selatan dan utara Gaza. Selain pelepasan sandera, gencatan senjata akan pula diikuti oleh diizinkan bantuan masuk ke Gaza.
Sebelum gencatan senjata dimulai Israel masih menyerang Gaza. Bahkan serangan dilakukan dari darat, laut dan udara.
Menurut keterangan juru bicara Kemlu Qatar, mereka berharap meski ada ketegangan gencatan senjata empat hari bisa diperpanjang.
“Kami semua berharap gencatan senjata akan membawa pada kesempatan memulai pekerjaan demi memperluas gencatan senjata permanen,” ucap Kemlu Qatar seperti dikutip dari Reuters.
Qatar merupakan mediator gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza.
Pihak Hamas dalam keterangannya menegaskan, mereka akan menghormati gencatan senjata dengan menahan seluruh aksi permusuhan secara sementara.
“Ini adalah gencatan senjata sementara,” kata jubir sayap militer Hamas, Abu Ubaida.
Sedangkan Israel memastikan pasukannya akan berada di belakang garis gencatan senjata Gaza. Israel merahasiakan posisi tentaranya saat gencatan senjata.
“Ini akan menjadi hari rumit dan tidak ada yang pasti,” ujar jubir militer Israel Daniel Hagari.
“Kontrol di seluruh Gaza utara adalah langkah awal dari perang panjang dan kami bersiap untuk tahap selanjutnya,” sambung dia.***
Foto: Reuters/Alexander Ermochenko
(Red)