26.7 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Latest Posts

Hindari Cyber Bullying bagi Anak SD, Kemenkominfo Gelar Kegiatan Digital Literasi 

Wartain.com || Usia-usia pelajar yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dinilai rentan terkena cyberbullying. Maka dari itu pemahaman melalui literasi digital pun sangat dibutuhkan.

Hal inilah yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan menggelar kegiatan literasi digital nonton bareng yang diikuti 20.170 siswa-siswi SD dari 17 kecamatan di Jawa Tengah (Jateng), baru-baru ini (25/4/2024).

Dr. Anton Susanto, SE.MT.I, Kepala BPSDMP Kominfo wilayah Jateng, Jogja, Bali Kementerian Kominfo RI menjelaskan cyberbullying merupakan tindakan yang perlu diantisipasi dari berkembangnya teknologi digital dan media sosial.

Menurut dia, program literasi digital terhadap anak-anak sekolah menjadi bagian penting untuk menciptakan digital mindset yang baik sejak dini. Hal ini mengingat kasus perundungan di sekolah cukup tinggi.

“Ruang publik digital harus dimanfaatkan secara bijak dengan tidak melakukan tindakan perundungan di media sosial yang tentunya berkonsekuensi hukum sesuai UU ITE. Hal ini penting karena media sosial sudah menjadi wahana baru tumbuh kembang anak yang harus dijaga atmosfirnya,” papar Anton, dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.tv, Sabtu (27/4).

Pemateri dalam kegiatan literasi digital tersebut, Dr. Supriyatno, MPd menjelaskan bahwa edukasi terhadap siswa SD kelas V dan VI perlu agar mengerti perkembangan teknologi daring yang bisa membawa beberapa risiko diantaranya adalah kekerasan di dunia daring seperti misalnya cyberbullying, online sexual harassment serta kemungkinan pelanggaran keamanan data yang berpengaruh pada privasi anak.

“Saat ini totalitas interaksi manusia, tidak pernah lepas dari namanya digital, terutama android. Peluang digital dapat memudahkan kita dalam berinteraksi dalam berbagai hal, termasuk dalam berbagai perkembangan pendidikan mutakhir itu juga tidak bisa lepas dari perkembangan digital. Hal ini dapat berdampak pada tumbuh-kembang anak tidak hanya di saat ini, tetapi juga di masa depan,” papar dia yang juga Ketua Paguyuban Korwil SD se Kabupaten Cilacap itu.

Berdasarkan laporan Survei Internet Indonesia yang disusun oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) per 2021-2022, ungkapnya, tingkat penetrasi internet pada anak usia 5-12 tahun mencapai 62,43 persen, sedangkan pada anak usia 13-18 penetrasi internetnya sebesar 99,16 persen. Sebanyak 90,61 persen anak usia 13-18 tahun tersebut mengakses internet melalui gawai.

“Didalam kurikulum merdeka, juga terkait dengan sumber belajar, dimana para siswa harus menggunakan akses digital sebagai sarana pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan literasi digital ini dapat memberikan edukasi yang sangat strategis untuk siswa, dan mereka bisa memahami cara berkomunikasi melalui media digital, serta memahami, digital culture dan digital safety,” papar Supriyatno.

“Adanya program ini semoga mampu melahirkan anak-anak yang punya kompetensi di Literasi Digital, sehingga mereka tidak akan pernah gagap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat di kehidupan sosial kedepannya,” tandas dia.***

Foto : yankes.kemkes.go.id

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.