26.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026

Latest Posts

Hujan Deras Picu Longsor di Perumahan Griya Padaasih Sukabumi, Dua Rumah Rusak Berat

Wartain.com || Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Kamis malam memicu terjadinya tanah longsor di Perumahan Griya Padaasih, Kampung Cicohag RT 45/RW 10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026) dini hari dan mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah lainnya berada dalam kondisi rawan terdampak susulan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat, Imam, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 01.30 WIB ketika curah hujan masih tinggi. Material tanah dari tebing di belakang permukiman bergerak sejauh kurang lebih 15 meter dengan lebar sekitar satu meter.

“Dua rumah bagian dapurnya terdampak cukup parah hingga terbawa longsoran, dan ada dua rumah lain yang posisinya sangat berisiko,” kata Imam.

Ia menuturkan, sebelum kejadian warga sempat merasakan adanya pergerakan tanah akibat hujan yang turun terus-menerus. Area yang berpotensi longsor memanjang sekitar 15 meter dan berada tepat di belakang deretan rumah warga.

“Lokasinya berada di bawah tebing, sehingga dua rumah lainnya masih harus diwaspadai,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Langkah evakuasi dilakukan karena kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak huni.

“Satu rumah dihuni empat orang termasuk balita usia empat tahun, dan rumah lainnya lima orang dengan balita usia dua tahun,” jelas Imam.

Salah satu warga terdampak, Eki, mengatakan longsor terjadi sangat cepat. Ia menyebut peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB dan dalam waktu singkat tanah langsung runtuh.

“Awalnya cuma satu bagian yang turun, tapi nggak lama langsung disusul bagian lain. Sekitar jam setengah dua sudah ambruk semua di belakang,” ungkapnya.

Eki menambahkan, dapur rumahnya hilang terseret material tanah. Selain itu, pondasi dan tulangan bangunan terlepas sehingga rumah tidak lagi bisa ditempati.

“Separuh rumah amblas, lantai pecah. Kami terpaksa mengungsi sambil menunggu keputusan dari pihak pengembang,” tuturnya.

Saat kejadian, Eki bersama istri dan ketiga anaknya, termasuk balita usia dua tahun, segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Ia mengaku mendengar suara aliran air yang sangat deras sebelum longsor terjadi.
“Suara airnya keras, tiba-tiba langsung ‘brug’, nggak ada tanda-tanda lama,” katanya.

Pascalongsor, P2BK Cisaat bersama unsur Forkopimcam, pemerintah desa, RT/RW, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas langsung melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak pengembang perumahan. Kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Petugas mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca di wilayah Cisaat masih berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.